Antam Tertarik Beli 20% Saham Vale Indonesia

Penulis: Ihya Ulum Aldin

Editor: Safrezi Fitra

Kamis 30/8/2018, 11.01 WIB

"Semuanya tergantung penawaran harga, berapa valuasinya, terus shareholder agreement bagaimana," kata Dirut Antam Arie Prabowo.

logo Vale
Arief Kamaludin|KATADATA

 

Perusahaan tambang PT Vale Indonesia Tbk berencana mendivestasikan 20% sahamnya kepada Indonesia. PT Aneka Tambang (Antam) menyatakan tertarik untuk membeli saham perusahaan asing ini, apabila harganya cocok.

"Semuanya tergantung penawaran harga, berapa valuasinya, terus shareholder agreement bagaimana," katanya ketika ditemui di Gedung Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Rabu (29/8).

Ketertarikan Antam mengakuisisi Vale karena induk usahanya PT Indonesia Asahan Aluminium (Inalum) menginginkan agar Antam bisa menguasai menguasai cadangan tambang nasional. Makanya, Antam berupaya mengambil alih setiap perusahaan yang menguasai cadangan mineral nasional, termasuk Vale Indonesia.

Mengenai ketertarikan ini, Arie mengaku belum ada pembicaraan lebih lanjut, baik dengan pihak Vale maupun pemegang saham Antam. Dia menganggap, apabila serius dilakukan, Antam akan dengan mudah mencaplok 20% saham Vale.

"Saya rasa bisa dengan project financing saja, sama seperti akuisisi Freeport lah, karena pada dasarnya mereka sudah punya EBITDA dan sebagainya," kata Arie.

(Baca: Lebihi Target Menteri BUMN, Antam Taksir Operasi Smelter Mempawah 2021)

Saat ini kepemilikan saham Vale Indonesia, mayoritas masih dikuasai asing. Vale Canada Limited merupakan pemegang saham terbesar, yakni 58,73% INCO. Sedang Sumitomo Metal Mining menguasai 20,09%. Sisa sebesar 20,49% merupakan pemegang saham publik.

Seperti diketahui, sesuai dengan amandemen kontrak karya 2014, INCO diwajibkan mendivestasi 40% sahamnya. Sebesar 20% saham sudah lebih dulu dilepas beberapa waktu lalu. Sisa divestasi 20% bakal dilakukan paling lambat Oktober 2019.

"Divestasi 20% saham akan dilakukan secara proporsional," ujar Direktur Utama Vale Indonesia Nico Kanter, di Jakarta, kemarin.

Vale Indonesia tak bisa langsung melepas saham divestasinya ke publik. Perusahaan bakal menawarkan ke pemerintah terlebih dahulu. Jika menolak, penawaran bakal dilanjutkan ke pemerintah daerah, kemudian ke BUMN dan BUMD. Opsi terakhir kepada publik lewat bursa saham.

(Baca: Aneka Tambang Menangkan Dua Tambang Nikel di Sulawesi)

Anda Belum Menyetujui Syarat & Ketentuan
Email sudah ada dalam sistem kami, silakan coba dengan email yang lainnya.
Alamat email Anda telah terdaftar
Terimakasih Anda Telah Subscribe Newsletter KATADATA
Maaf Telah terjadi kesalahan pada sistem kami. Silahkan coba beberapa saat lagi
Silahkan mengisi alamat email
Silahkan mengisi alamat email dengan benar
Masukkan kode pengaman dengan benar
Silahkan mengisi captcha