ConocoPhillips Ajukan Perpanjangan Blok Corridor

Penulis: Anggita Rezki Amelia

Editor: Arnold Sirait

Kamis 30/8/2018, 19.57 WIB

Selain ConocoPhillips, Pertamina juga minati Blok Corridor. Mereka saat ini dalam proses buka ruang data.

Stand pameran ConocoPhillips
Arief Kamaludin|KATADATA

Perusahaan minyak dan gas bumi (migas) asal Amerika Serikat, ConocoPhillips mengajukan perpanjangan Blok Corridor.  Kontrak blok ini akan berakhir sekitar lima tahun lagi.  

Direktur Pembinaan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (Migas) Kementerian ESDM Ediar Usman mengatakan ConocoPhillips sampai saat ini masih mengajukan minat. Proposalnya akan diajukan setelahnya.

Saat ini, ConocoPhillips belum bisa mengirimkan proposal perpanjangan karena masih menghitung keekonomian. "Sudah mengajukan minat. Mereka sedang mempersiapkan proposal, masih minta waktu mempersiapkan keekonomian, untuk program yang bagus," kata Ediar kepada Katadata.co.id. Kamis (30/8).

Menurut Ediar, ConocoPhillips memiliki waktu hingga awal bulan depan untuk menyiapkan proposalnya.  Ini karena mulai awal September Kementerian ESDM akan mengevaluasi blok yang habis kontrak tahun 2023.

ConocoPhilips mulai mengelola blok tersebut sejak 2002 setelah mengakuisisi Gulf Resources. Kontrak Blok Corridor berakhir 19 Desember 2023.

Di blok tersebut, ConocoPhilips memiliki hak kelola 54% dan menjadi operator. Selain itu, ada porsi PT Pertamina sebesar 10 % dan Repsol Energy 36%. 

Kepemilikan hak kelola Repsol Energy awalnya tidak sebesar itu. Namun setelah membeli hak kelola Talisman Energy Inc senilai US$ 8,3 miliar, perusahaan asal Spanyol itu kini memiliki 36% dari blok tersebut.

Mengacu data Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas), selama semester I 2018 produksi siap jual (lifting) gas bumi ConocoPhilips di Blok Corridor mencapai 841 juta kaki kubik per hari (mmscfd) dari target 810 mmscfd. Namun hingga akhir tahun diprediksi hanya 798 mmscfd.

Ada beberapa lapangan yang beroperasi di blok ini yakni Suban, Sumpal, Dayung, Gelam, Letang, Rawa(Gas), Puyuh, Supat, RebonJaro, Keban, Suban Baru, dan Dangku (minyak). Luas wilayah kerja blok Corridor mencapai 2.360 km persegi.

Blok Corridor juga menjadi incaran Pertamina. Ini karena perusahaan pelat merah itu sudah mendapat izin untuk mengakses ruang data Blok Corridor dari Kementerian ESDM.

(Baca: Kementerian ESDM Izinkan Pertamina Akses Ruang Data Blok Corridor)

Sementara itu Ediar mengatakan untuk dua blok lainnya yang akan habis kontrak pada tahun 2023,  kontraktor eksisiting juga sudah mengajukan proposal perpanjangan. Mereka adalah PetroChina International Jabung Ltd di Blok Jabung dan Medco E&P Rimau di blok Rimau.

Anda Belum Menyetujui Syarat & Ketentuan
Email sudah ada dalam sistem kami, silakan coba dengan email yang lainnya.
Alamat email Anda telah terdaftar
Terimakasih Anda Telah Subscribe Newsletter KATADATA
Maaf Telah terjadi kesalahan pada sistem kami. Silahkan coba beberapa saat lagi
Silahkan mengisi alamat email
Silahkan mengisi alamat email dengan benar
Masukkan kode pengaman dengan benar
Silahkan mengisi captcha