Perempuan Diklaim Lebih Rajin Membayar Pinjaman di Fintech

Penulis: Desy Setyowati

Editor: Pingit Aria

Senin 3/9/2018, 10.01 WIB

Angka kredit macet oleh peminjam laki-laki disebut mencapai 60-66%.

Amartha
Katadata/Desy Setyowati
Dari kiri: Peminjam Amartha, Ratna Nurhayati; CEO and Founder Amartha Andi Taufan Garuda Putra; Kepala Perizinan dan Pengawasan Fintech Direktorat Kelembagaan dan Produk Industri Keuangan Non-Bank (IKNB) Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Alvin Taulu; Ekonom Institute for Development of Economics & Finance (INDEF) Bhima Yudistira dalam sebuah diskusi di Jakarta, Selasa (22/5).

Beberapa perusahaan financial technology (fintech) menyebut nasabah perempuan lebih disiplin membayar kredit. CEO dan Founder UangTeman Aidil Zulkifli misalnya menyatakan, sekitar 60% peminjam yang gagal bayar merupakan laki-laki.

"Pelajaran bagi kami, nasabah yang baik adalah perempuan karena lebih bertanggung jawab dalam mengatur keuangan," kata Aidil saat diskusi di kantornya, Jakarta, Kamis (30/8).

Kendati, ia menyatakan bahwa rasio kredit bermasalah UangTeman masih di bawah 3% dari total pinjaman. Menurutnya, besaran NPL itu masih lebih rendah dibanding kompetitor termasuk perbankan yang menyajikan Kredit Tanpa Agunan (KTA), yang rata-rata di kisaran 6-7%.

Tanpa menyebutkan nilai, Aidil hanya menyatakan bahwa besaran pinjaman yang disalurkan UangTeman naik tiga kali lipat setiap tahunnya. Menurutnya, sudah lebih dari 50 ribu peminjam yang dilayanioleh UangTeman.

Hal senada dinyatakan oleh CEO Pendanaan.com Dino Martin. Menurutnya, sekitar 66% debitur Pendanaan yang gagal bayar adalah laki-laki. "Kalau ibu-ibu itu lebih teratur mengatur keuangan," kata dia. Kendati begitu, ia menekankan bahwa NPL di perusahannya masih terkontrol.

(Baca juga: Fintech Lending Diklaim Sumbang Rp 26 Triliun ke PDB Indonesia)

Ketua Bidang Pinjaman Cash Loan Aftech, sekaligus Direktur DompetKilat Sunu Widyatmoko menjelaskan, penyebab utama kredit macet adalah penipuan oleh debitur. "Sebagian besar (NPL) karena fraud, kan modalnya hanya Kartu Tanda Penduduk (KTP)," ujar dia.

Fintech pinjam-meminjam di Indonesia memiliki segmentasi yang berbeda-beda. UangTeman, DompetKilat, dan Pendanaan.com merupakan cash loan, yang menyasar individu. Sementara Modalku, Investree, dan Amartha segmentasinya Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM). Nah, segmentasi UMKM ini memiliki jaminan pendapatan dari usaha yang dikelola peminjam.

Alhasil, bunga atau biaya yang ditawarkan fintech lending jenis cash loan lebih besar dibanding segmen UMKM. Selain itu, perhitungan dan pembayaran bunga ini dilakukan secara harian. UangTeman misalnya, menerapkan bunga maksimal 1% per hari kepada peminjam.

Reporter: Desy Setyowati

Anda Belum Menyetujui Syarat & Ketentuan
Email sudah ada dalam sistem kami, silakan coba dengan email yang lainnya.
Alamat email Anda telah terdaftar
Terimakasih Anda Telah Subscribe Newsletter KATADATA
Maaf Telah terjadi kesalahan pada sistem kami. Silahkan coba beberapa saat lagi
Silahkan mengisi alamat email
Silahkan mengisi alamat email dengan benar
Masukkan kode pengaman dengan benar
Silahkan mengisi captcha