Shopee Catatkan Transaksi Rp 59 Triliun, 40% dari Indonesia

Penulis: Pingit Aria

Senin 3/9/2018, 07.00 WIB

Selain Indonesia, Shopee Shopee juga melayani transaksi di Singapura, Malaysia, Filipina, Thailand, Vietnam, dan Taiwan.

Shopee
ANTARA FOTO/Makna Zaezar
Chief Executive Officer Shopee Chris Fang (tengah kiri), Head Of Operations Shopee Handhika Jahja (tengah kanan), Vice President Consumer Deposit Bank Mandiri Anki Tienannsari (kanan) dan aktor Gading Marten (kiri) meresmikan promosi aplikasi mobile belan

Platform e-commerce  Shopee mencatatkan total transaksi (gross merchandise value/GMV) senilai US$ 4,1 miliar atau sekitar Rp 59 triliun sepanjang tahun lalu. Angka itu naik tiga kali lipat dibanding 2016.

Dari segi volume, Shopee melayani 244 juta pesanan sepanjang 2017, atau naik lebih dari tiga kali lipat dibanding 2016. Sebanyak 40% di antaranya merupakan transaksi yang terjadi di Indonesia. Selain itu, Shopee juga melayani transaksi di Singapura, Malaysia, Filipina, Thailand, Vietnam, dan Taiwan.

Founder, Chairman, sekaligus CEO Sea Ltd. Forrest Li menyatakan Shopee akan memimpin pasar e-commerce regional dengan mengutamakan penjualan produk bermarjin tinggi. Shopee juga berencana terus membangun kerja sama dengan mitra merek-merek besar di dunia.

“Pertumbuhan Shopee menunjukkan keberhasilan strategi kami yang berfokus pada peroduk fesyen,  kesehatan, dan kecantikan,” ujarnya dikutip dari The Straits Times, Kamis (3/1).

(Baca juga: Konsumen E-Commerce Paling Betah Buka Shopee dan MAPemall)

Menurutnya, Shopee berhasil menunjukan pertumbuhan bisnis kala belanja pemasaran menurun. Persentarse belanja pemasaran terhadap gross merchandise value perusahaan turun menjadi 8,3% sepanjang 2017, lebih rendah dibanding 2016 sebesar 11%.

“Pada saat yang sama, Shopee berhasil melakukan berbagai monetisasi. Shopee menerapkan komisi berbasis transaksi kepada penjual,” ujarnya.

Dalam laporan keuangan perusahaan induknya, Sea Ltd., perusahaan e-commerce yang berbasis di Singapura itu mencatatkan pendapatan senilai US$ 9,03 juta dan pendapatan berbasis komisi senilai US$ 8,68 juta sepanjang tahun lalu.

Sea Ltd. merupakan induk usaha Shopee yang berkedudukan di SIngapura. Perusahaan itu memiliki tiga lini bisnis yang bergerak di sektor hiburan digital, e-commerce, dan layanan keuangan digital. Ketiga anak usaha itu merupakan Garena, Shopee, dan AirPay.

(Baca juga: BI Bekukan Isi Ulang, Shopee dan Tokopedia Masih Putar Uang Elektronik)

Secara konsolidasi, Sea Ltd. mencatatkan pendapatan senilai US$ 164,5 juta pada kuartal keempat 2017 atau tumbuh 73% dibandingkan tahun sebelumnya. Sepanjang tahun lalu, perusahaan itu secara konsolidasi memperoleh pendapatan senilai US$ 553,6 juta, atau tumbuh 59% yoy. Meski demikian, Sea Ltd. masih mencatatkan nett loss senilai US$ 532,53 juta sepanjang tahun lalu.

Menurut survei iPrice, Shopee masuk dalam lima besar e-commerce di Indonesia dari segi trafik. Posisi Shopee ada di bawah Lazada, Tokopedia, Bukalapak, dan Blibli. Namun, Shopee merupakan aplikasi belanja online yang paling banyak diunduh pada tahun lalu.

Sementara dari segi tenaga kerja, e-commerce yang memiliki jumlah karyawan lebih dari 1000 di kuartal 4 2017 adalah Tokopedia, Lazada, Bukalapak, dan Shopee. Lebih rinci, di kuartal 1 2017, terdapat sekitar 270 karyawan Shopee yang terdaftar di LinkedIn. Namun di kuartal 4 2017 karyawan Shopee bertambah sekitar 945 orang.

“Shopee merupakan e-commerce yang melalukan mass hiring besar-besaran dalam setahun,” kata Indah Mustikasari, Content Marketer iPrice.

Reporter: Pingit Aria

Anda Belum Menyetujui Syarat & Ketentuan
Email sudah ada dalam sistem kami, silakan coba dengan email yang lainnya.
Alamat email Anda telah terdaftar
Terimakasih Anda Telah Subscribe Newsletter KATADATA
Maaf Telah terjadi kesalahan pada sistem kami. Silahkan coba beberapa saat lagi
Silahkan mengisi alamat email
Silahkan mengisi alamat email dengan benar
Masukkan kode pengaman dengan benar
Silahkan mengisi captcha