Amazon Akan Investasi Rp 14,5 Triliun di Indonesia dalam 10 Tahun

Penulis: Rizky Alika

Editor: Muchamad Nafi

23/9/2018, 05.46 WIB

Menteri Keuangan Sri Mulyani hendak memastikan Amazon memenuhi regulasi di Indonesia terutama terkait pembayaran pajak.

Amazon Locker
ANTARA FOTO/REUTERS/Lucy Nicholson
Seorang pria berjalan melewati iklan Loker Amazon di depan toko makanan di Santa Monica, California, Amerika Serikat, Senin (19/3).

Rencana raksasa e-commerce asal Amerika Serikat, Amazon, untuk berinvestasi di Indonesia makin mengerucut. Hal tersebut setelah Vice President Amazon Werner Vogels bertemu Presiden Joko Widodo di Hanoi, Vietnam, akhir pekan ini.

Menurut Menteri Keuangan Sri Mulyani, Amazon akan menanamkan modal setidaknya US$ 1 miliar atau sekitar Rp 14,5 triliun. Dana sebesar itu tidak sekaligus dikucurkan dalam satu paket, namun bertahap selama 10 tahun. “Mereka menyampaikan minat untuk berinvestasi dalam bentuk cloud computing,” kata Sri di kantornya, Jakarta, Jumat (21/9). 

(Baca juga: Amazon Jajaki Ekspansi ke Indonesia)

Cloud computing merupakan kombinasi pemanfaatan teknologi komputer dengan pengembangan berbasis internet. Teknologi komputasi awan seperti ini juga telah dikembangkan oleh pemain besar yang lain seperti Google dengan Google Drive-nya atau Microsof t melalui Dropbox.

Namun sebelum melakukan ekspansi, pemerintah masih membahas ketentuan investasi dan perpajakan di Indonesia dengan Amazon. Sri mengatakan pemerintah sudah berpengalaman memajaki raksasa teknologi seperti Google Inc. Oleh karena itu, pemerintah juga ingin menerapkan hal yang sama untuk Amazon. 

Awal pekan ini, soal pajak e-commerce itu ini memang sudah dalam pembicaraan di Kementerian Keuangan. “Saya mau memastikan mereka memenuhi regulasi di Indonesia, terutama kesiapan dalam membayar pajak,” kata Sri di Forum Jamuan Makan Malam Panitia Nasional IMF Meeting di Kantor Kemenko Maritim, di Jakarta.

Selain Indonesia, negara lain yang mendapatkan penerimaan pajak dari Google adalah Inggris, India, dan Australia. Menurut perhitungan Direktorat Jenderal Pajak, kewajiban pajak Google per tahun mencapai Rp 450 miliar berdasarkan asumsi margin keuntungan sebesar Rp 1,6 - 1,7 triliun per tahun.

(Baca juga: Amazon Berencana Buka 3.000 Toko Tanpa Kasir)

Indonesia akan menjadi negara kedua yang menjadi titik ekspansi Amazon di Asia Tenggara. Sejak November tahun lalu, Amazon memulai ekspansinya di Asia Tenggara melalui operasinya di Singapura. Di negara tersebut, Amazon mengembangkan layanan pengiriman e-commerce reguler, Amazon Prime dan Amazon Prime Now.

Amazon membidik potensi 600 juta konsumen di Asia Tenggara, termasuk Indonesia, sebagaimana para pemain e-commerce global lainnya, seperti Alibaba dan Tencent yang sudah lebih dahulu masuk. Alibaba berinvestasi di Lazada dan Tokopedia sedangkan Tencent masuk melalui JD.com dan Shopee.co.id. Menurut Statista, pasar e-commerce di Asean akan tumbuh dari US$ 6 miliar pada 2015 menjadi US$ 88 miliar pada 2025.

Anda Belum Menyetujui Syarat & Ketentuan
Email sudah ada dalam sistem kami, silakan coba dengan email yang lainnya.
Alamat email Anda telah terdaftar
Terimakasih Anda Telah Subscribe Newsletter KATADATA
Maaf Telah terjadi kesalahan pada sistem kami. Silahkan coba beberapa saat lagi
Silahkan mengisi alamat email
Silahkan mengisi alamat email dengan benar
Masukkan kode pengaman dengan benar
Silahkan mengisi captcha