Blok East Natuna Akan Berproduksi 2027

Penulis: Anggita Rezki Amelia

Editor: Arnold Sirait

1/10/2018, 17.39 WIB

Dalam buku neraca gas bumi 2018-2027, cadangan gas bumi di Blok East Natuna mencapai 46 tcf.

Rig
Katadata

Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) akhirnya menentukan target produksi Blok East Natuna. Sebelumnya, blok ini tidak memiliki jadwal produksi yang pasti. Padahal, blok ini sudah ditemukan sejak 1973.

Wakil Menteri ESDM Arcandra Tahar menargetkan blok tersebut bisa berproduksi tahun 2027. Rencana produksi itu pun masuk dalam buku Neraca Gas Bumi Indonesia periode 2018 hingga 2027. “Itu rencana,” kata dia di Jakarta, Senin (1/10).

Di tempat yang sama, Direktur Jenderal Migas Kementerian ESDM Djoko Siswanto mengatakan pengembangan East Natuna merupakan salah satu upaya pemerintah meningkatkan produksi gas bumi. Produksi siap jual (lifting) gas hingga 30 April 2018 mencapai 6.480 juta kaki kubik per hari (mmscfd). 

Blok East Natuna sebenarnya memiliki potensi yang besar. Bahkan menurut buku neraca gas bumi 2018-2027 cadangan gasnya mencapai 46 tcf, atau lebih besar milik Lapangan Abadi, Blok Masela yang 10,7 tcf. Namun, cadangan East Natuna itu belum menghitung kandungan karbondioksida (CO2) yang bisa mencapai 72%.

Djoko tidak membantah mengenai kandungan CO2 tersebut. Saat ini, timnya sedang mencari solusi mengenai kandungan karbondioksida tersebut. Ini karena kandungan karbondioksida bisa merusak pipa.

Sejak tanggal 1 sampai 3 Oktober 2018 akan berlangsung diskusi mengenai teknologi untuk memisahkan CO2 tersebut oleh Ikatan Ahli Teknik Perminyakan Indonesia (IATMI). "Lagi dibahas oleh para pakar di Padang," kata Djoko.

Adapun, saat ini Blok East Natuna dikelola PT Pertamina (Persero). Akan tetapi, hingga kini, perusahaan pelat merah itu belum menandatangani kontrak.

(Baca: Pemerintah Siapkan Insentif Agar Blok East Natuna Cepat Produksi)

Awalnya, Pertamina tidak sendiri yang memiliki hak kelola Blok East Natuna. Ada juga ExxonMobil dan PTT EP. Namun, kedua perusahaan tersebut memutuskan mundur dari konsorsium.

Anda Belum Menyetujui Syarat & Ketentuan
Email sudah ada dalam sistem kami, silakan coba dengan email yang lainnya.
Alamat email Anda telah terdaftar
Terimakasih Anda Telah Subscribe Newsletter KATADATA
Maaf Telah terjadi kesalahan pada sistem kami. Silahkan coba beberapa saat lagi
Silahkan mengisi alamat email
Silahkan mengisi alamat email dengan benar
Masukkan kode pengaman dengan benar
Silahkan mengisi captcha

Video Pilihan