4 Produk Gagal Google Selain Google+

Penulis: Pingit Aria

Rabu 10/10/2018, 16.33 WIB

Google telah dua kali gagal mengembangkan media sosial.

Google digital
Arief Kamaludin (Katadata)

Google dikenal sebagai salah satu perusahaan yang melahirkan banyak produk teknologi populer, mulai dari Google Search, Gmail, hingga Android. Google pun dinilai sebagai merek paling bernilai di dunia. 

Toh, tidak semua produk perusahaan tersebut mendapat respon positif. Google+ misalnya, kalah populer dibanding jejaring sosial lain seperti Facebook, Instagram dan Twitter. Selain itu, Google+ juga diketahui memiliki celah keamanan atau bug yang membuat data penggunanya bocor.

Google mengakui bahwa tingkat penggunaan dan ikatan (engagement) pengguna Google+ sangat rendah. “Sebanyak 90 persen pengguna Google+ membuka akun mereka kurang dari 5 detik, demikian tertulis pada blog resmi Google, Selasa (9/10).”

Selain Google+, raksasa internet itu ternyata sudah memiliki sejumlah produk yang gagal dan ditutup. Berikut daftarnya:

1. Google Glass

Google Glass sempat digadang-gadang akan menghadirkan pengalaman teknologi terbaru dan menjadi tren di masa depan. Namun, kenyataannya berbeda. Banyaknya masalah dari perangkat ini membuat Google memilih menghentikan penjualan perangkat tersebut.

(Baca juga: Google Akan Buka Fasilitas Komputasi Awan di Indonesia)

2. Google Lively

Lively adalah dunia virtual yang dikembangkan Google. Layanan ini hadir untuk membantu pengguna yang ingin berinteraksi dengan orang lain dan mengekspresikan dirinya secara berbeda di dunia maya.

Namun, platform ini gagal menarik pengguna. Google Lively hanya berumur beberapa bulan setelah diluncurkan pada 2008.

3. Google Buzz

Layanan ini dimaksudkan sebagai media sosial yang menjadi cikal bakal Google+. Saat rilis, layanan ini diintegrasikan dengan Gmail, tapi memiliki masalah privasi yang sulit diselesaikan. Akhirnya, pada Oktober 2011, perusahaan mengumumkan layanan Google Buzz dihentikan untuk selamanya.

4. Google Video

Sebelum membeli YouTube, Google sebenarnya sempat memiliki layanan video streaming sendiri bernama Google Video. Namun, pada tahun 2009, layanan ini berhenti menerima unggahan baru.

Anda Belum Menyetujui Syarat & Ketentuan
Email sudah ada dalam sistem kami, silakan coba dengan email yang lainnya.
Alamat email Anda telah terdaftar
Terimakasih Anda Telah Subscribe Newsletter KATADATA
Maaf Telah terjadi kesalahan pada sistem kami. Silahkan coba beberapa saat lagi
Silahkan mengisi alamat email
Silahkan mengisi alamat email dengan benar
Masukkan kode pengaman dengan benar
Silahkan mengisi captcha