Tips Bahagia Jokowi: Datang ke Indonesia dan Dengarkan Dangdut

Penulis: Ameidyo Daud

Editor: Muchamad Nafi

Jum'at 12/10/2018, 09.59 WIB

Politisi dan teknokrat saat ini terkadang melupakan tujuan akhir masyarakat, yakni kebahagiaan.

Presiden Joko Widodo
Katadata | Arief Kamaludin
Presiden Joko Widodo di sidang tahunan IMF-Bank Dunia di Bali

Presiden Joko Widodo memberikan tips untuk mencari kebahagiaan bagi masyarakat internasional. Tips itu disampaikannya dalam sebuah forum yang merupakan bagian sidang tahunan Dana Moneter Internasional (IMF) - Bank Dunia di Bali.

Jokowi, begitu dia biasa disapa, meminta mereka datang dan berkeliling di Indonesia serta mendengarkan musik dangdut. Hasilnya, akan mempunyai efek bahagia. Setidaknya itu yang dialami penduduk di sini. “Dangdut salah satu musik paling bahagia di dunia,” kata Jokowi seperti termuat pada situs Sekretariat Kabinet, Kamis (11/10).

Anda Belum Menyetujui Syarat & Ketentuan
Email sudah ada dalam sistem kami, silakan coba dengan email yang lainnya.
Alamat email Anda telah terdaftar
Terimakasih Anda Telah Subscribe Newsletter KATADATA
Maaf Telah terjadi kesalahan pada sistem kami. Silahkan coba beberapa saat lagi
Silahkan mengisi alamat email
Silahkan mengisi alamat email dengan benar
Masukkan kode pengaman dengan benar
Silahkan mengisi captcha

Tingkat kebahagiaan ini juga muncul pada survei Gallup pada awal tahun ini. Penduduk Indonesia di peringkat delapan dunia dalam hal kebahagiaan. (Baca pula: Di Forum IMF, Jokowi Promosikan Kebijakan yang Ramah Ekonomi Digital)

Selain menikmati dangdut, Jokowi menyebutkan kebahagiaan dalam filosofi Bali mengandung tiga arti. Pertana kebahagiaan bersama sesama, kedua bahagia dengan alam, ketiga kebahagiaan dengan Tuhan. “Ini adalah tiga kebahagiaan atau triple happiness,” kata dia.

Forum tersebut sebenarnya membahas soal tujuan pembangunan berkelanjutan (SDG's) yang dicanangkan Perserikatan Bangsa-Bangsa (UN). Salah satu sasarannya adalah membawa kebahagiaan dengan berbagai cara seperti mengurangi kemiskinan hingga meningkatkan akses pendidikan masyarakat.

Mantan Gubernur DKI Jakarta itu mengingatkan politisi dan teknokrat saat ini terkadang melupakan tujuan akhir masyarakat yakni kebahagiaan. Padahal, menurutnya, orang-orang tersebut sibuk memikirkan data dan kebijakan sebagai solusi.

Bahkan di Amerika Serikat, permasalahan terkait kebahagiaan seperti perasaan kesepian menyebabkan seseorang merokok 15 batang sehari. Hal ini berdasarkan survei Amerikan Insurance Company CIGMA pada bulan Mei 2010 silam. “Survei dilakukan terhadap 200 ribu orang muda AS kelompok 18 hingga 20 tahun,”ujarnya.

Jokowi bersama para Menteri Kabinet Kerja rencananya berada di acara IMF - Bank Dunia selama beberapa hari. Selain menjadi pembicara kunci, dia menggelar pertemuan bilateral seperti dengan Perdana Menteri Singapura Lee Hsien Loong. (Baca: Indonesia dan Singapura Tandatangani Kerja Sama Fintech)