Adhi Karya Optimis Capai Kontrak Baru Rp 25,3 Triliun Tahun Ini

Penulis: Ihya Ulum Aldin

Editor: Happy Fajrian

Kamis 29/11/2018, 18.14 WIB

Ada sejumlah kontrak dalam pipeline yang akan segera ditandatangani senilai Rp10,6 triliun.

adhi-karya.jpg
Arief Kamaludin|KATADATA

PT Adhi Karya (Persero) Tbk optimis mampu mengejar target kontrak baru hingga akhir tahun ini yang bernilai Rp23,3 triliun. Padahal, realisasi kontrak baru Adhi per 23 November baru Rp12,6 triliun atau 54% dari target.

"Realisasi Rp 12,6 triliun tidak termasuk proyek yang kita dapat November kemarin senilai Rp2,1 triliun," kata Direktur Keuangan PT Adhi Karya Entus Asnawi Mukhson saat melakukan public expose di Jakarta, Kamis (29/11).

Tambahan kontrak baru terdekat dalam pipeline Adhi Karya yang sedang dalam tahap tender sebesar Rp2,1 triliun. Secara rinci kontribusinya didapatkan dari proyek infrastruktur senilai Rp1,49 triliun; proyek rekayasa, pengadaan, dan konstruksi (EPC) senilai Rp676,5 miliar. Sehingga Adhi akan mengantongi Rp 14,7 triliun.

Selain itu, Adhi sudah memiliki proyek-proyek yang akan ditandatangani dalam pipeline. Secara total, nilai kontrak baru proyek-proyek tersebut mencapai Rp10,6 triliun. Dengan demikian, Adhi bahkan telah melampaui target kontrak baru sebesar Rp 25,3 triliun.

(Baca juga: Mandiri Pimpin Kredit Sindikasi Terbesar Proyek Tol Rp13,7 triliun)

Kontrak-kontrak tersebut yaitu pembangunan jalan tol Aceh-Sigli sepanjang 74 km senilai Rp8,4 triliun, pembangunan jalan tol dalam kota enam Ruas senilai Rp1,4 triliun, serta proyek revitalisasi terminal 2 Bandara Soekarno-Hatta senilai Rp800 miliar.

Corporate Communication Adhi Karya Farid Budiyanto menjelaskan lebih detail realisasi kontrak baru per 23 November tersebut berdasarkan lini bisnisnya. Lini bisnis Konstruksi dan Energi mendominasi portofolio kontrak baru Adhi Karya sebesar 90%. Lalu, sebesar 8% properti dan sisanya lini bisnis lainnya.

Sementara, berdasarkan segmentasi sumber dana, realisasi kontrak baru dari swasta mendominasi dengan persentase 46%, BUMN sebesar 28%, dan sumber dari Pemerintah sebesar 26%. Berdasarkan tipe pekerjaannya, perolehan kontrak baru terdiri dari proyek gedung sebesar 62%, proyek jalan dan jembatan sebesar 21%, dan proyek infrastruktur Lainnya sebesar 17%.

(Baca juga: TKN Jokowi-Ma'ruf Pembangunan Infrastruktur Komitmen Pemerintah)

Anda Belum Menyetujui Syarat & Ketentuan
Email sudah ada dalam sistem kami, silakan coba dengan email yang lainnya.
Alamat email Anda telah terdaftar
Terimakasih Anda Telah Subscribe Newsletter KATADATA
Maaf Telah terjadi kesalahan pada sistem kami. Silahkan coba beberapa saat lagi
Silahkan mengisi alamat email
Silahkan mengisi alamat email dengan benar
Masukkan kode pengaman dengan benar
Silahkan mengisi captcha