Sinyal Dukungan Yusril Dinilai Tak Efektif Gerus Suara Prabowo

Penulis: Dimas Jarot Bayu

Editor: Hari Widowati

Selasa 4/12/2018, 07.29 WIB

Masih banyak tokoh-tokoh PBB yang menyatakan dukungan untuk pasangan Prabowo-Sandiaga.

Yusril Ihza Mahendra
ANTARA FOTO/M Agung Rajasa
Pakar Hukum Tata Negara Yusril Ihza Mahendra.

Sinyal dukungan dari Partai Bulan Bintang (PBB) semakin mengarah kepada pasangan calon nomor urut 01 Joko Widodo-Ma'ruf Amin. Namun, dukungan ini dinilai tidak akan berpengaruh signifikan menggerus dukungan bagi pasangan calon nomor urut 02 Prabowo Subianto-Sandiaga Uno.

Meski belum secara resmi, Ketua Umum PBB Yusril Izra Mahendra telah memberikan kode dukungan tersebut ketika menemui Jokowi di Istana Kepresidenan, Bogor, Jumat (30/11). Kepada awak media, Yusril menyatakan sinyal dukungan PBB mengarah ke pasangan nomor urut 01 lantaran telah berada dalam satu barisan. Yusril diketahui saat ini menjadi pengacara Jokowi-Ma'ruf.

Hanya saja, mantan Mensesneg ini mengatakan arah dukungan partai secara resmi baru akan diputuskan pada Rakornas PBB yang akan berlangsung pada Januari 2019. "Januari nanti akan ke sana arahnya," kata Yusril.

(Baca: Temui Jokowi, Yusril Isyaratkan PBB Siap Merapat untuk Pilpres 2019)

Wakil Ketua Umum Gerindra Fadli Zon menilai, konstituen PBB tetap akan mendukung Prabowo-Sandiaga. Terlebih, masih banyak tokoh-tokoh PBB yang saat ini juga menyatakan dukungannya ke pasangan nomor urut 02. "Yang saya tahu, MS Kaban mendukung Prabowo-Sandi dan juga tokoh-tokoh lain," kata Fadli di Kompleks Parlemen, Jakarta, Senin (3/12).

Hal senada juga disampaikan Arif Susanto. Analis politik Exposit Strategic itu menilai pemilih Prabowo-Sandiaga cukup loyal. Pilihan mereka tak akan langsung berubah, meski Jokowi mengakomodasi Yusril dalam barisannya. "Saya kira tidak punya pengaruh signifikan," kata Arif ketika dihubungi Katadata.

Menurut Arif, taktik Jokowi menggerus dukungan melalui akomodasi beberapa tokoh dari kubu Prabowo sudah banyak mengalami kegagalan. Hal ini dapat dilihat dari beberapa tokoh yang sebelumnya digandeng Jokowi, seperti Ali Mochtar Ngabalin, Mahfud MD, maupun Hary Tanoesoedibjo.

Ngabalin, yang kini menjabat sebagai Tenaga Ahli Kantor Staf Presiden, sebelumnya merupakan Direktur Politik Tim Sukses Prabowo-Hatta. Sebelum menjadi anggota Dewan Pengarah Unit Kerja Presiden Pembinaan Ideologi Pancasila (UKP-PIP), Mahfud merupakan Ketua Tim Kampanye Nasional Prabowo-Hatta Rajasa pada Pilpres 2014. Hary Tanoe bersama Perindo pada Pilpres 2014 mendukung Prabowo-Hatta. Kini, dia masuk Koalisi Indonesia Kerja yang mendukung Jokowi-Ma'ruf.

Jokowi juga telah mengakomodasi beberapa komponen penting di Persaudaraan Alumni 212, seperti Kapitra Ampera, Razman Arif Nasution, Ustadz Kholid Hidayat, Ustadz Kurtubi Al Bantani, Ustadz Sulaeman, dan Ustad Sayuti. Meski demikian, elektabilitas Jokowi dalam beberapa survei tak kunjung naik signifikan meski mengakomodasi mereka. "Strategi Jokowi menggerus elektabilitas Prabowo-Sandi dengan cara mengakomodasi relatif gagal," kata Arif.

(Baca: Manuver Yusril, Dari Pengkritik Menjadi Pengacara Jokowi)

Anda Belum Menyetujui Syarat & Ketentuan
Email sudah ada dalam sistem kami, silakan coba dengan email yang lainnya.
Alamat email Anda telah terdaftar
Terimakasih Anda Telah Subscribe Newsletter KATADATA
Maaf Telah terjadi kesalahan pada sistem kami. Silahkan coba beberapa saat lagi
Silahkan mengisi alamat email
Silahkan mengisi alamat email dengan benar
Masukkan kode pengaman dengan benar
Silahkan mengisi captcha