Jokowi atau Prabowo, Siapa yang Lebih Populer di Twitter Tahun Ini?

Penulis: Desy Setyowati

Editor: Pingit Aria

Rabu 5/12/2018, 15.42 WIB

Tanda pagar #2019TetapJokowi masih lebih populer dari #2019PrabowoSandi.

Twitter
YouTube

Menjelang Pemilihan Presiden, obrolan soal politik ramai di media sosial. Di Twitter misalnya, banyak orang menyuarakan pilihannya melalui tanda pagar (tagar) yang identik dengan kandidat tertentu.

Sepanjang tahun ini, Twitter mencatat 10 tagar terpopuler di Indonesia. Di peringkat satu ada #BTS, lalu di belakangnya ada #EXO, #AsianGames2018 #WorldCup.

Terkait Pilpres, kubu Jokowi rupanya masih unggul dengan tagar #2019TetapJokowi di peringkat lima, kemudian disusul oleh #2019PrabowoSandi di urutan keenam. Sementara tagar #2019GantiPresiden yang sempat populer beberapa waktu lalu rupanya tak masuk peringkat 10 besar.

Country Industry Head, Indonesia & Malaysia, Twitter Dwi Adriansah menyampaikan, percakapan seputar calon presiden dan wakilnya sudah terasa mengingat Pemilihan Umum (Pemilu) serentak bakal berlangsung April 2019. "Perdebatan perihal politik itu tak terhindarkan," ujarnya saat konferensi pers di Jakarta, Rabu (5/12).

Selain tagar, akun @jokowi menjadi yang paling populer di Twitter. Sementara akun @prabowo menempati posisi keempat di bawah @FiersaBesari dan @seterahdeh. Sementara @sandiuno yang maju dalam pencalonan bersama Prabowo ada di peringkat sembilan. Begitu juga dua politisi pendukung Prabowo yakni @fadlizon dan @fahrihamzah masuk dalam daftar 10 besar di peringkat enam dan delapan.

(Baca juga: Prabowo-Sandiaga Unggul di Kalangan Pengguna Media Sosial)

Menyadari bahwa percakapan bakal ramai tentang Pemilu, Twitter menyiapkan strategi untuk menangkal informasi palsu. Di antaranya formulir pelaporan atas unggahan yang termasuk konten negatif termasuk hoaks melalui t.co/formulirbantuan. "Nanti akan ada tim yang merespons," ujarnya.

Kemudian, Twitter mengakuisisi startup yang fokus menanganai hoaks, ujaran kebencian (hate speech), hingga   pada Kuartal II-2018. Sejalan dengan hal itu, Twitter juga sudah menghapus 70 juta akun yang dinilai manipulatif. Indikator akun disebut manipulatif adalah menyebarkan informasi palsu, hanya untuk jadi trending topic.

Dwi menegaskan, bahwa perusahaannya berkomitmen untuk menjadi media sosial yang sehat. "Apalagi pengguna menggunakan platform kami untuk mencari tahu apa yang sedang hangat dibicarakan. Kalau media sosial, lebih kepada 'look at me'," kata Dwi.

Secara spesifik, lima akun terkait politik yang paling banyak dicari di Indonesia adalah @jokowi, @prabowo, @fadlizon, @Faheihamzah, dan @sandiuno. Lalu, diikuti oleh akun Mahfud MD dengan nama @mohmahfudmd; Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan atau @aniesbaswedan; Presiden RI kelima Susilo Bambang Yudhoyono dengan akun @SBYudhoyono; Menteri Kelautan dan Perikanan dengan akun @susipudjiastuti; serta, Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil atau @ridwankamil.

Anda Belum Menyetujui Syarat & Ketentuan
Email sudah ada dalam sistem kami, silakan coba dengan email yang lainnya.
Alamat email Anda telah terdaftar
Terimakasih Anda Telah Subscribe Newsletter KATADATA
Maaf Telah terjadi kesalahan pada sistem kami. Silahkan coba beberapa saat lagi
Silahkan mengisi alamat email
Silahkan mengisi alamat email dengan benar
Masukkan kode pengaman dengan benar
Silahkan mengisi captcha