Pertamina Mulai Bangun Fasilitas Gas di Jambaran Tiung Biru

Penulis: Anggita Rezki Amelia

Editor: Pingit Aria

4/1/2019, 16.28 WIB

Proyek ini ditargetkan beroperasi secara komersial pada 2021 mendatang dengan gas yang bisa dijual sebesar 192 mmscfd.

Groundbreaking Jambaran-Tiung Biru
SKK Migas

PT Pertamina EP Cepu (PEPC) membangun fasilitas gas atau Gas Processing Facisilty (GPF) proyek Jambaran Tiung Biru (JTB) di  Blok Cepu, Jawa Timur.  Pemasangan tiang Perdana  Engineering Procurement Construction (EPC) GPF pada proyek pengembangan lapangan gas unitisasi Jambaran - Tiung Biru dilakukan pada Jumat, (4/1).

Pembangunan fasilitas ini menjadi salah satu dari bagian konstruksi proyek Jambaran Tiung Biru.  Proyek yang dikelola oleh PEPC ini merupakan  salah satu Proyek Strategis Nasional (PSN) yang telah ditetapkan oleh Komite Percepatan Penyediaan Infrastruktur Prioritas (KPPIP).

Direktur Hulu Pertamina Dharmawan  Samsu mengatakan pemasangan Perdana EPC GPF merupakan salah satu momentum penting dari proyek Jambaran Tiung Biru.  “Proyek EPC GPF berfungsi memproduksi gas dan kondensat dari Lapangan Unitisasi Jambaran-Tiung Biru, " kata dia berdasarkan siaran pers,  Jumat (4/1).

Dharmawan mengatakan GPF yang  dibangun itu menggunakan teknologi, dan dirancang guna mendapatkan keandalan operasi dan ramah lingkungan untuk berproduksi selama 25 tahun. 

(Baca: Pertamina Lunasi Pengembalian Investasi BUMD di Jambaran Tiung Biru)

Nantinya, proyek ini  memproduksi gas dengan rata rata sebesar 315 juta kaki kubik per hari (mmscfd). Proyek ini targetnya beroperasi komersial pada 2021 mendatang dengan gas yang  bisa dijual sebesar 192 mmscfd. 

Produksi gas sebesar 192 mmscfd itu  nantinya akan dialirkan melalui Pipa transmisi Gresik-Semarang. Adapun  cadangan gas JTB sebesar 2,5 triliun kaki kubik (TCF). 

Direktur Utama PEPC Jamsaton Nababan, mengatakan bahwa saat ini pembangunan  konstruksi atau EPC GPF tersebut telah mencapai 12%. Ia berharap pembangunan GPF itu akan bertambah maju sesuai dengan kesepakatan  yang telah disepakati antara PEPC dengan  Konsorsium PT Rekayasa Industri - PT Japan Gas Corporation - PT Japan Gas Corporation Indonesia (RJJ)  selaku pelaksana pekerjaan.

"Pekerjaan ini dilakukan secara paralel dan simultan dari pekerjaan engineering, procurement, dan construction sehingga dapat dilaksanakan commissioning dan project completion EPC GPF pada tahun 2021,” kata  Jamsaton.

(Baca: Pertamina EP Bor Sumur Eksploitasi di Lapangan Cepu)

Deputi Operasi SKK Migas, Fatar Yani Abdurrahman berharap agar pengerjaan proyek tersebut dapat selesai sesuai rencana. 

Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Bojonegoro Sigit Kusharijanto menyampaikan dukungannya terhadap proyek JTB yang dapat memberikan efek berganda  bagi masyarakat Bojonegoro. Proyek Jambaran Tiung Biru diproyeksikan akan meningkatkan pendapatan negara sebesar US $3,61 miliar selama kontrak bagi hasil (PSC) yang akan habis pada 2035 mendatang.

Reporter: Anggita Rezki Amelia

Anda Belum Menyetujui Syarat & Ketentuan
Email sudah ada dalam sistem kami, silakan coba dengan email yang lainnya.
Alamat email Anda telah terdaftar
Terimakasih Anda Telah Subscribe Newsletter KATADATA
Maaf Telah terjadi kesalahan pada sistem kami. Silahkan coba beberapa saat lagi
Silahkan mengisi alamat email
Silahkan mengisi alamat email dengan benar
Masukkan kode pengaman dengan benar
Silahkan mengisi captcha