Rudiantara Prediksi Dua Decacorn Lahir Tahun Ini

Penulis: Desy Setyowati

Editor: Pingit Aria

9/1/2019, 14.32 WIB

Selain itu, jumlah unicorn juga diprediksi bertambah.

Rudi Antara
Ajeng Dinar Ulfiana | KATADATA
Rudiantara Menteri Komunikasi dan lnformatika (Kebijakan Sektor Komunikasi dalam Era Digital untuk Mempercepat Pembangunan Ekonomi) dalam acara Outlook Perekonomian Indonesia di Ritz Carlton Pacific Place, Jakarta, (8/1).

Indonesia saat ini memiliki empat startup unicorn dengan valuasi di atas US$ 1 miliar atau sekitar Rp 14,3 triliun, yakni Gojek, Traveloka, Tokopedia, dan Bukalapak. Tahun ini, dua di antara keempat unicorn itu berpeluang menjadi decacorn atau bervaluasi lebih dari US$ 10 miliar atau Rp 143 triliun.

"Setidaknya ada satu (decacorn). Tapi potensinya ada dua," kata Menteri Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Rudiantara usai peluncuran Alibaba Cloud di Hotel Mulia, Jakarta, Rabu (9/1).

Tanpa menyebut unicorn yang diramalnya bakal naik kelas itu, Rudiantara menyatakan bahwa publik hanya perlu menunggu sebentar lagi untuk mengetahuinya. "Mungkin satu ronde pendanaan lagi akan ada satu decacorn," kata dia.

Selain itu, jumlah unicorn pun diprediksi bakal bertambah. "Ibarat durian runtuh, akan ada satu unicorn lagi (di 2019) dan decacorn."

(Baca: Tahun Politik, Investor Digital Asing Diprediksi Bakal Wait and See)

Rumor yang beredar, valuasi Gojek telah mencapai US$ 10 miliar atau setara Rp 145 triliun. Dengan asumsi, penyedia layanan on-demand ini telah mendapatkan investasi sejumlah US$ 1,5 miliar - US$ 2 miliar dari putaran pendanaan terakhirnya, seperti yang disebut konsultan investasi Momentum Works. Gojek menolak mengomentari hal tersebut.

Lalu, Tokopedia kembali mendapat pendanaan dari SoftBank Capital senilai US$ 1 miliar atau setara Rp 14,6 triliun. Dengan tambahan modal ini, valuasi Tokopedia diperkirakan mencapai US$ 7 miliar atau sekitar Rp 100 triliun.

Saat ini, Grab menjadi decacorn pertama di Asia Tenggara. Sebab, Tech Crunch sempat melaporkan, bahwa valuasi Grab mencapai US$ 11 miliar atau sekitar Rp 157,3 triliun saat ini. Apalagi, Grab tengah menggalang pendanaan seri H senilai US$ 5 miliar atau sekitar Rp 72,5 triliun sejak Juni 2018. 

Reporter: Desy Setyowati

Anda Belum Menyetujui Syarat & Ketentuan
Email sudah ada dalam sistem kami, silakan coba dengan email yang lainnya.
Alamat email Anda telah terdaftar
Terimakasih Anda Telah Subscribe Newsletter KATADATA
Maaf Telah terjadi kesalahan pada sistem kami. Silahkan coba beberapa saat lagi
Silahkan mengisi alamat email
Silahkan mengisi alamat email dengan benar
Masukkan kode pengaman dengan benar
Silahkan mengisi captcha