Tingkat Elektrifikasi NTT Terendah di Indonesia

Penulis: Fariha Sulmaihati

Editor: Arnold Sirait

10/1/2019, 20.31 WIB

Elektrifikasi di NTT rendah karena kondisi tekstur tanahnya keras, sehingga sulit membangun pembangkit listrik.

Pembangkit Listrik
Arief Kamaludin|KATADATA

Selama tahun 2018, Nusa Tenggara Timur menjadi provinsi yang tingkat elektrifikasinya paling rendah, yakni 61,90%. Ini karena untuk membangun pembangkit listrik di daerah tersebut sangat sulit.

Direktur Pembinaan Program Ketenagalistrikan Ditjen Ketenagalistrik Jisman Hutajulu mengatakan tekstur tanah di NTT sangat keras, sehingga beberapa vendor harus meninggalkan proyek konstruksi. “Ada pernyataan dari ketua divisi kami, untuk membangun satu saja setengah mati, karena tanahnya sangat keras," kata dia di Jakarta, Kamis (10/1).

Agar masyarat NTT bisa tetap menikmati  listrik, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) pun membagikan Lampu Tenaga Surya Hemat Energi (LTSHE). Ini merupakan solusi sementara sambil menunggu pembangunan pembangkit listrik.

Di sisi lain, data dari Kementerian ESDM menyatakan rasio elektrifikasi di daerah Indonesia Timur lainnya sudah mencapai di atas 90%. Di Papua sudah 90,47%, Papua Barat 99,99%, Maluku Utara 99,99%, Maluku 90,28%.

Di Pulau Sulawesi, elektrifikasi pun sudah di atas 90%, kecuali Gorontalo 87,76%, dan Sulawesi Utara 89,58%. Akan tetapi,  Sulawesi Utara 96,98%, Sulawesi Tengah 91,52%, Sulawesi Barat 99,99%, Sulawesi Selatan 99,99%,.

Kemudian, Nusa Tenggara Barat (NTB) 89,10%, Bali 99,99%, Kalimantan Utara 84,30%, Kalimantan Timur, 99,99%, Kalimantan Barat 87,28%, Kalimantan Tengah 84,27%, Kalimantan Selatan 95,96%. Sedangkan, wilayah Jawa Timur 93,78%, Yogyakarta 99,99%, Jawa Tengah 98,38%, Jawa Barat 99,99%, Banten 99,99%, Jakarta 99,99%.

Sementara itu, wilayah Lampung 95,78%, Sumatera Selatan 91,38%, Bangka Belitung 99,99%, Bengkulu 99,76%, Jambi 97,39%, Sumatera Barat 91,83%, Riau 99,00%, Kepulauan Riau 88,47%, Sumatera Utara 99,99%, Aceh 99,18%.

(Baca: Investasi Listrik 2018 Sentuh Level Tertinggi Meski di Bawah Target)

Secara total, rasio elektrifikasi pada 2018 telah mencapai 98,3%, atau telah melebihi target yaitu sebesar 97,5%. Harapannya, tahun 2019 rasio elektrifikasi bisa mencapai 99,9%.

Anda Belum Menyetujui Syarat & Ketentuan
Email sudah ada dalam sistem kami, silakan coba dengan email yang lainnya.
Alamat email Anda telah terdaftar
Terimakasih Anda Telah Subscribe Newsletter KATADATA
Maaf Telah terjadi kesalahan pada sistem kami. Silahkan coba beberapa saat lagi
Silahkan mengisi alamat email
Silahkan mengisi alamat email dengan benar
Masukkan kode pengaman dengan benar
Silahkan mengisi captcha