Realisasi Investasi Energi Terbarukan Tahun 2018 Tak Capai Target

Penulis: Fariha Sulmaihati

Editor: Arnold Sirait

8/1/2019, 16.12 WIB

realisasi investasi tahun lalu hanya US$ 1,6 miliar atau 79,6% dari target yang ditetapkan sebesar US$ 2,01 miliar.

Pembangkit tenaga angin
U.S. Department of Energy

Realisasi investasi sektor energi baru terbarukan sepanjang tahun 2018 gagal mencapai target. Direktorat Jenderal Energi Baru Terbarukan dan Konservasi Energi (EBTKE) Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mencatat, realisasi investasi tahun lalu hanya US$ 1,6 miliar atau 79,6% dari target yang ditetapkan sebesar US$ 2,01 miliar.

Direktur Jenderal EBTKE Kementerian ESDM Rida Mulyana mengatakan target tahun lalu tidak tercapai karena terlalu ambisius. "Itu yang menentukan Wakil Menteri ESDM. Waktu itu, target yang agak ambisius," kata dia di Jakarta, Selasa (8/1).

Seharusnya, penetapan target investasi harus mengacu Rancangan Usaha Penyedia Tenaga Listrik (RUPTL). Dengan begitu, target lebih realistis.

Meski begitu, Rida menyatakan bahwa nilai investasi ini sudah lebih baik dibandingkan tahun 2017, yang hanya US$ 1,3 miliar. Sementara itu, target tahun 2019 dipatok US$ 1,8 miliar.

Target tahun 2019 itu sejalan Rencana Usaha Penyedia Tenaga Listrik (RUPTL) PT Perusahaan Listrik Negara (PLN)(Persero), yang pemangkit listrik energi baru terbarukannya bisa beroperasi tahun ini. "Kami hitung ada yang bisa commercial on date tahun 2019, totalnya US$ 1,8 miliar," kata Rida.

Investasi tahun 2019 terdiri dari sektor  bioenergi sebesar US$ 51 juta, lalu Aneka Energi Baru dan Energi Baru Terbarukan US$ 511 juta, dan konservasi energi US$ 7 juta.  Tahun ini juga diharapkan ada tambahan investasi dari lelang lima Wilayah Kerja Panas bumi (WKP) sebesar US$ 1,23 miliar.

(Baca: Perusahaan Prancis Minat Investasi Energi Baru Terbarukan di Indonesia)

Adapun WKP yang dilelang adalah WKP Sembulan, Nusa Tenggara Timur dengan kapasitas 100 Megawatt (MW).  Kemudian,WKP Laniea di Sulawesi Tenggara dengan kapasitas 66 MW, WKP Kotamobagu, Sulawesi Utara dengan kapasitas 100 MW, WKP Bora di Sulawesi Tengah dengan pakasitas 123 MW, dan WKP Telaga Ranu di Maluku Utara 85 MW.

Ditjen EBTKE juga menargetkan ada 98.481 Kepala Keluarga (KK) di wilayah terpencil atau daerah perbatasan yang nantinya bisa merasakan pembagkit listrik berbasis EBT.

Anda Belum Menyetujui Syarat & Ketentuan
Email sudah ada dalam sistem kami, silakan coba dengan email yang lainnya.
Alamat email Anda telah terdaftar
Terimakasih Anda Telah Subscribe Newsletter KATADATA
Maaf Telah terjadi kesalahan pada sistem kami. Silahkan coba beberapa saat lagi
Silahkan mengisi alamat email
Silahkan mengisi alamat email dengan benar
Masukkan kode pengaman dengan benar
Silahkan mengisi captcha