Mapan, Aplikasi Arisan Barang yang Memikat Gojek

Penulis: Desy Setyowati

Editor: Pingit Aria

12/1/2019, 05.00 WIB

Mapan adalah salah satu dari tiga fintech yang diakuisisi oleh Gojek pada akhir 2017. Co-founder Mapan, Aldi Haryopratomo kini menjabat CEO Go-Pay.

Arisan Mapan
Arisan Mapan
Kegiatan peserta Arisan Mapan di berbagai daerah.

Arisan merupakan kegiatan yang jamak dilakukan oleh masyarakat Indonesia, terutama kaum wanita. Dalam arisan, suatu kelompok akan mengumpulkan uang atau barang secara rutin dalam periode tertentu. Pemenang arisan akan ditentukan melalui undian.

Di era digital, arisan pun bisa dilakukan melalui aplikasi. Salah satunya adalah aplikasi Arisan Mapan. "Pendekatan kami adalah komunitas," kata CEO Mapan Hendra Tjanaka di kantornya, Jakarta, Senin (7/1).

Mapan berfokus pada kegiatan arisan barang di wilayah Jawa dan Bali. Saat ini, penggunanya mencapai 2,3 juta orang yang terbagi dalam 180 ribu kelompok arisan. Mapan juga memiliki 115 kantor cabang di daerah.

Hendra menjelaskan, Mapan merupakan layanan yang membantu masyarakat untuk membeli barang dengan mudah melalui sistem arisan. Caranya, pengguna dapat memilih barang yang diinginkan dalam katalog Arisan Mapan yang saat ini memuat lebih dari 500 item, dari pakaian, perabot, hingga barang elektronik.

(Baca: Prospek Bisnis Digital 2019: Primadonanya Masih E-Commerce dan Fintech)

Setelah itu, pengguna dapat memulai kelompok  arisan yang terdiri dari 4 - 10 orang dengan minat yang sama. Umumnya, arisan akan digelar dalam jangka waktu enam bulan sampai semua anggota bergilir menjadi pemenangnya. Besarnya iuran disesuaikan dengan harga barang dan jumlah anggota arisan.

Saat ini, Mapan juga belum mengenakan bunga ataupun biaya administrasi bagi penggunanya. Bahkan, Mapan memberikan komisi 5 – 10 persen untuk ketua arisan yang berhasil mengumpulkan iuran anggotanya dengan tepat waktu.

Sementara, Mapan mendapat keuntungan dari margin uang arisan dan harga barang yang disediakan. Caranya, Mapan bekerja sama dengan penyedia barang, termasuk Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di berbagai daerah. Selain itu, sebagian barang diproduksi sendiri oleh Mapan, seperti furnitur dengan nama merek Kane Living atau tas sekolah bermerek Kayeen.

Setiap bulan, ketua dan anggota akan menentukan pemenang arisan menggunakan algoritma Mapan. Bagi pemenang, Mapan bakal mengirimkan barang diinginkan ke alamat ketua bila barangnya berukuran kecil. Namun, bila barangnya berukuran besar, akan langsung dikirimkan ke alamat di pemenang.

(Baca: Binar Academy, Startup Pendidikan Besutan Mantan Petinggi Gojek)

Mapan merupakan satu dari tiga perusahaan financial technology (fintech) yang diakuisisi oleh Gojek pada akhir 2017 lalu. Co-founder Mapan, Aldi Haryopratomo kini menjabat CEO Go-Pay.

Iuran Arisan Mapan pun bisa disetorkan melalui Go-Pay, Indomart, juga bisa bayar di tempat ketika barang yang diinginkan si pemenang sampai. Selain melalui arisan, pengguna juga bisa membeli langsung barang dengan cara tunai di aplikasi Mapan dan bazar Mapan.

Ketua Arisan Mapan di wilayah Bandung, Neni Indriani menyampaikan, banyak ilmu yang ia dan anggotanya dapat setelah bergabung dengan Mapan. "Kami belajar mengenai cara mengelola keuangan keluarga, membuat bingkai usaha, dan lainnya," kata dia.

Lalu, ketua arisan Mapan asal Sukabumi, Ayat Karmiati menyampaikan bahwa harga barang yang ditawarkan di Mapan cukup kompetitif. "Harganya murah, membantu anggota saya yang keuangannya terbatas," kata dia.

Reporter: Desy Setyowati

Anda Belum Menyetujui Syarat & Ketentuan
Email sudah ada dalam sistem kami, silakan coba dengan email yang lainnya.
Alamat email Anda telah terdaftar
Terimakasih Anda Telah Subscribe Newsletter KATADATA
Maaf Telah terjadi kesalahan pada sistem kami. Silahkan coba beberapa saat lagi
Silahkan mengisi alamat email
Silahkan mengisi alamat email dengan benar
Masukkan kode pengaman dengan benar
Silahkan mengisi captcha