Transaksi Tertinggi Pameran Pernikahan untuk Beli Gaun dan Jasa Foto

Penulis: Dini Hariyanti

1/2/2019, 14.44 WIB

Kategori usaha kreatif yang membukukan transaksi di lokasi terbanyak dalam Bridestory Fair, yaitu fotografi, fesyen dan aksesoris, serta penyewaan lokasi.

Bridestory Fair 2019
Katadata / DINI HARIYANTI
Pameran terkurasi, Bridestory Fair 2019, menampilkan seratus vendor dari 15 kategori usaha kreatif yang fokus melayani acara resepsi pernikahan.

Bridestory Fair tahun ini menampilkan 15 kategori usaha kreatif, seperti fotografi serta fesyen pengantin. Terdapat seratus vendor yang terlibat dalam pameran pernikahan terkurasi pada 1 - 3 Februari 2019 ini.

Pemimpin Proyek Bridestory Fair 2019 Nathalia Isadora mengatakan, kategori usaha kreatif yang membukukan transaksi di lokasi terbanyak adalah fotografi, produk fesyen dan aksesoris, serta penyewaan lokasi resepsi.

"Kalau usaha (kreatif) desain interior biasanya butuh beberapa kali konsultasi dulu baru deal berikan uang muka," tuturnya kepada Katadata.co.id, di Jakarta, Jumat (1/2). (Baca juga: Selain Gaun Tradisional Tiongkok, Ini Alternatif Pilihan Fesyen Imlek

Nathalia mengaku tidak mematok target transaksi secara khusus. Tapi, pameran tahun ini diharapkan membukukan transaksi di lokasi lebih besar daripada periode sebelumnya. Nilai transaksi dari acara tahun lalu sedikitnya Rp 10 miliar.

Bridestory Fair 2019 bertema modern heritage. Aneka ide pernikahan terinspirasi kultur lokal dikemas secara modern. Representasinya seperti dalam penggunaan elemen dekorasi kayu, anyaman rotan, serta nuansa warna alami krem dan coklat muda.

Sejumlah rangkaian instalasi hasil kolaborasi beberapa dekorator tampil dalam pameran tersebut. Apresiasi terhadap kekayaan budaya nusantara, salah satunya tampak dari jenis tumbuhan yang dipilih sebagai elemen tata ruangan.

Beberapa dekorator yang memajang instalasi, yaitu Flora Lines Decoration berjudul "Titik Awal", kolaborasi Bridestory dan Airy berjudul "Ruang Rasa", serta "Dua Selamanya" dari Royal Design Indonesia.

(Baca juga: Kultur Borneo Jadi Inspirasi 200 Desainer Indonesia Fashion Week)

Ratusan vendor yang terlibat merupakan hasil kurasi tim Bridestory terhadap para pelaku usaha kreatif muda maupun yang lebih senior. "Penilaian utama biasanya seberapa unik produk atau jasa yang ditawarkan dan seberapa berkualitas," tutur Nathalia.

Bridestory merupakan global wedding marketplace yang berdiri pada April 2014. Tercatat ada sekitar 700.000 kunjungan ke laman resmi www.bridestory.com. Selain di Indonesia, marketplace ini hadir pula di Singapura dan Filipina.

Anda Belum Menyetujui Syarat & Ketentuan
Email sudah ada dalam sistem kami, silakan coba dengan email yang lainnya.
Alamat email Anda telah terdaftar
Terimakasih Anda Telah Subscribe Newsletter KATADATA
Maaf Telah terjadi kesalahan pada sistem kami. Silahkan coba beberapa saat lagi
Silahkan mengisi alamat email
Silahkan mengisi alamat email dengan benar
Masukkan kode pengaman dengan benar
Silahkan mengisi captcha