Laju Ekonomi Bali dan Nusa Tenggara Melemah, Maluku dan Papua Menguat

Penulis: Rizky Alika

Editor: Martha Ruth Thertina

6/2/2019, 17.32 WIB

Kepala BPS berharap pembangunan infrastruktur berdampak pada semakin lancarnya pergerakan barang dan jasa sehingga mendukung ekonomi di luar Pulau Jawa.

Pantai Mandalika, NTB
ANTARA FOTO/Ahmad Subaidi
Sejumlah wisatawan mancanegara berada di Pantai Mandalika, Kuta, Praya, Lombok Tengah, NTB, Selasa (10/10/2017).

Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat pertumbuhan ekonomi wilayah Nusa Tenggara dan Bali semakin melemah. Pada 2018 lalu, pertumbuhannya tak sampai 3% secara tahunan (year on year). Ini jauh di bawah pertumbuhan ekonomi nasional yang sebesar 5,17%. Berbanding terbalik, pertumbuhan ekonomi Papua dan Maluku justru menguat.

Ekonomi Bali dan Nusa Tenggara hanya tumbuh 2,47% pada 2018, lebih lemah dibandingkan sebelumnya yang sebesar 5,89% (2016) dan 3,73% (2017). Pelemahan terjadi seiring dengan bencana yang melanda wilayah tersebut, terutama bencana gempa bumi besar di Nusa Tenggara Barat (NTB).

“Bali dan Nusa Tenggara 2018 ini agak ke bawah karena ekonomi di NTB 2018 itu negatif -4,56%,” kata Kepala BPS Suhariyanto dalam Konferensi Pers di kantornya, Rabu (6/2).

(Baca: Berlari untuk Membangkitkan Lombok Pasca Bencana)

Di sisi lain, wilayah Maluku dan Papua mencatatkan peningkatan pertumbuhan ekonomi, dari 4,89% pada 2017 menjadi 6,99% pada 2018. Meskipun, masih lebih rendah dibandingkan pertumbuhan ekonominya pada 2016 yang sebesar 7,45%.

Ekonomi Sumatera dan Jawa juga tumbuh membaik masing-masing menjadi sebesar 4,54% dan 5,72% dari tahun sebelumnya 4,3% dan 5,61%. Sementara itu, ekonomi Sulawesi dan Kalimantan tumbuh melemah menjadi masing-masing sebesar 6,65% dan 3,91%, dari sebelumnya 6,99% dan 4,33%.

(Baca: Kinerja Ekspor Lemah, Pertumbuhan Ekonomi Era Jokowi Tertinggi 5,17%)

Adapun peranan Jawa dalam perekonomian nasional masih yang terbesar. Ini lantaran kontribusinya ke Produk Domestik Bruto (PDB) nasional mencapai 58,48%. Selanjutnya, Sumatera 21,58%, Kalimantan 8,2%, Sulawesi 6,22%, Bali dan Nusa Tenggara 3,05%, dan Maluku Papua terkecil 2,47%.

"Pertumbuhan masih didominasi Pulau Jawa karena pusat ekonomi masih bergerak di Jawa," kata Suhariyanto.

Ke depan, Suhariyanto berharap pembangunan infrastruktur akan berdampak pada pergerakan barang dan jasa yang lebih lancar. Dengan demikian, harga berbagai komoditas akan lebih terjangkau sehingga menggerakan pertumbuhan ekonomi di luar Pulau Jawa.

Ia menambahkan, pertumbuhan ekonomi yang tinggi dan berkualitas juga dapat dicapai dengan mendorong sektor yang menyerap tenaga kerja dalam jumlah besar. Ini diharapkan dapat menekan kemiskinan secara signifikan.

Pulau

2016

2017

2018

Kontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi 2018

Sumatera

4,29

4,3

4,54

21,58%

Jawa

5,59

5,61

5,72

58,48%

Bali dan Nusa Tenggara

5,89

3,73

2,68

3,05%

Kalimantan

2,01

4,33

3,91

8,20%

Sulawesi

7,42

6,99

6,65

6,22%

Maluku dan Papua

7,45

4,89

6,99

2,47%

Sumber: BPS (Diolah)

Anda Belum Menyetujui Syarat & Ketentuan
Email sudah ada dalam sistem kami, silakan coba dengan email yang lainnya.
Alamat email Anda telah terdaftar
Terimakasih Anda Telah Subscribe Newsletter KATADATA
Maaf Telah terjadi kesalahan pada sistem kami. Silahkan coba beberapa saat lagi
Silahkan mengisi alamat email
Silahkan mengisi alamat email dengan benar
Masukkan kode pengaman dengan benar
Silahkan mengisi captcha