TKN Jokowi-Ma'ruf: Kami Ofensif dengan Data dan Fakta

Penulis: Hari Widowati

6/2/2019, 12.09 WIB

Strategi ini diambil untuk melawan kampanye negatif dari kubu Prabowo Subianto-Sandiaga Uno di Pilpres 2019.

Erick Thohir
Arief Kamaludin (Katadata)
Ketua Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Ma'ruf, Erick Thohir.

Tim Kampanye Nasional (TKN) Joko Widodo- Ma'ruf Amin menyatakan, pihaknya mulai melakukan kampanye ofensif (menyerang) yang berbasis data dan fakta. Strategi ini diambil untuk melawan kampanye negatif dari kubu Prabowo Subianto-Sandiaga Uno di Pilpres 2019.

"Sudah selayaknya tim hukum kita ofensif melaporkan dengan fakta dan data," kata Ketua TKN Jokowi-Ma'ruf, Erick Thohir dalam keterangan pers, seperti dikutip Antara, Rabu (6/2). Konteks ofensif oleh pihak Jokowi-Ma'ruf itu merupakan respons atas tindakan tim sukses calon presiden dan calon wakil presiden nomor urut 02 yang kerap melaporkan petahana ke Bawaslu tanpa data akurat.

Menurut Erick, tim hukum capres-cawapres nomor urut 01 dalam tiap laporannya kepada Bawaslu membawa data dan fakta pelanggaran kampanye. Namun, hal tersebut diisukan negatif oleh lawan politiknya sebagai tindakan kriminalisasi. "Mereka tak bisa membedakan kriminalisasi dengan penegakan atas fakta hukum. Ini perlu saya tegaskan supaya fair dulu ya," jelas Erick.

(Baca: Di Acara Alumni HMI, Jokowi Jelaskan Propaganda Rusia & Infrastruktur)

Sebelumnya, Capres 01 Jokowi mengatakan, pihaknya perlu melakukan kampanye secara ofensif. "Ya kampanye kan memang ofensif. Masa kita empat tahun disuruh diam saja, ya tidak lah," kata Jokowi di Jakarta, Selasa (5/2) malam.

Menurut Erick, dalam beberapa hari terakhir pernyataan-pernyataan Jokowi yang dinilai sebagai serangan terhadap kubu lawan sebenarnya hanya curahan isi hatinya. Pasalnya, isu-isu yang beredar di masyarakat selama ini kerap terbalik dengan kondisi yang sebenarnya terjadi.

Erick menyebutkan, sejumlah hal yang menjadi fitnah, antara lain isu soal Jokowi sebagai antek asing, isu keterkaitan dengan Partai Komunis Indonesia (PKI), maupun isu antek Tiongkok. "Jadi, kalau sekarang beliau menjawab, itu lumrah. Sebab, kalau tak menjawab, nanti fitnah itu dianggap benar," ujar Erick.

Namun, tindakan Jokowi ini justru dianggap sebagai sikap panik atau ketakutan terhadap kubu Prabowo-Sandi. "Justru beliau sedang menyampaikan data dan fakta yang selama ini diputarbalikkan," kata Erick.

(Baca: Anggap Jokowi Sebar Hoaks, BPN Prabowo: Kami Gunakan Konsultan Lokal)

Reporter: Antara

Anda Belum Menyetujui Syarat & Ketentuan
Email sudah ada dalam sistem kami, silakan coba dengan email yang lainnya.
Alamat email Anda telah terdaftar
Terimakasih Anda Telah Subscribe Newsletter KATADATA
Maaf Telah terjadi kesalahan pada sistem kami. Silahkan coba beberapa saat lagi
Silahkan mengisi alamat email
Silahkan mengisi alamat email dengan benar
Masukkan kode pengaman dengan benar
Silahkan mengisi captcha