Anggap Jokowi Sebar Hoaks, BPN Prabowo: Kami Gunakan Konsultan Lokal

Penulis: Ameidyo Daud

Editor: Hari Widowati

4/2/2019, 20.34 WIB

Jokowi dianggap berada dalam tekanan dan panik sehingga memunculkan tuduhan tersebut kepada kubu Prabowo-Sandiaga.

Pendaftaran Capres Cawapres Pilpres 2019
ARIEF KAMALUDIN | KATADATA
Prabowo Subianto menyapa pendukungnya seusai pendaftaran Capres dan berorasi diluar gedung KPU Pusat, Jakarta, Jumat (10/08)

 

Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo Subianto-Sandiaga Uno membantah tudingan calon presiden nomor urut 01 Joko Widodo (Jokowi) yang menyebut kubu lawan menggunakan konsultan asing untuk menebar kabar bohong (hoaks). BPN Prabowo-Sandiaga mengaku menggunakan konsultan lokal dalam kampanye Pilpres 2019.

"Kami hanya memakai (konsultan) lokal, dari internal kami," kata Juru Bicara BPN Prabowo-Sandiaga, Andre Rosiade ketika dikonfirmasi Katadata mengenai pernyataan Jokowi, di Jakarta, Senin (4/2). Meski demikian, Andre menolak mengungkapkan lebih detail tentang siapa konsultan lokal yang digunakan BPN Prabowo-Sandi tersebut.

Andre juga mengatakan, pernyataan Jokowi yang menyebut Prabowo-Sandiaga menggunakan konsultan asing itu merupakan hoaks, fitnah, dan tuduhan keji. Lebih lanjut, Andre membantah nama Rob Allyn berada di balik kampanye pasangan nomor urut 02. Allyn merupakan bagian dari tim pemenangan Prabowo dalam Pilpres 2014. Bahkan, Allyn pernah menjadi bagian dari tim Jokowi ketika berlaga dalam Pemilihan Gubernur DKI Jakarta 2012 ketika ia berpasangan dengan Basuki Tjahaja Purnama.

Politisi Gerindra tersebut menganggap Jokowi berada dalam tekanan dan panik sehingga memunculkan tuduhan tersebut kepada kubu Prabowo-Sandiaga. Pasalnya, mantan Wali Kota Solo tersebut takut mengalami kekalahan dalam Pilpres yang akan berlangsung 17 April mendatang. "Kami prihatin dan memaklumi kalau beliau sedang stress," kata dia.

Jokowi di sela-sela kunjungannya di Jawa Tengah menuding ada kandidat lain yang menggunakan konsultan asing dalam Pilpres 2019. Konsultan asing itu menebar kabar bohong (hoaks) agar masyarakat meragukan kinerja pemerintah.

Strategi ini, lanjut Jokowi, mengadopsi 'propaganda Rusia' untuk memenangkan kontestasi politik. Ia menyebut propaganda Rusia yang ditiru konsultan tersebut dilakukan dengan menyebarkan kabar bohong sebanyak-banyaknya. Ini ditujukan agar masyarakat menjadi ragu atas kinerja pemerintah selama ini. "Yang dipakai konsultan asing," kata Jokowi kemarin.

Mereka tidak berpikir akan dampak negatif yang dibawa ketika menyebarkan hoaks. "Enggak berpikir (hoaks) ini memecah-belah rakyat atau tidak, menganggu ketenangan rakyat atau tidak, membuat rakyat khawatir atau tidak, membuat rakyat takut, enggak peduli," kata Jokowi.

(Baca: Jokowi Sebut Ada Kandidat Pilpres yang Gunakan Konsultan Asing )

Pemerintah Rusia segera membantah pernyataan Jokowi tersebut. Kedubes Rusia menyebut istilah 'propaganda Rusia' yang lahir dari gelaran Pilpres Amerika Serikat (AS) pada 2016 tersebut merupakan rekayasa dan tidak didasarkan realitas yang ada. Pihak Kedubes Rusia juga membantah pihaknya campur tangan dalam proses elektoral negara lain, termasuk dalam hal ini Indonesia yang dianggap sahabat dan mitra.

"Posisi prinsipil Rusia tidak campur tangan urusan dalam negeri dan proses elektoral negara asing, termasuk Indonesia," demikian keterangan Kedubes Rusia dalam akun Twitter resmi @RusEmbJakarta.

Bukan hanya itu, pihak Kedubes juga menandai kembali beberapa momen foto Jokowi dengan Presiden Rusia Vladimir Putin pada Konferensi Tingkat Tinggi ASEAN di Singapura pada November 2018. Dalam foto tersebut, terlihat Jokowi sedang berjabat tangan dengan Putin dalam pertemuan bilateral yang digelar di sela-sela KTT ASEAN. "Istilah (propaganda Rusia) ini sama sekali tidak berdasarkan realitas," demikian keterangan Kedubes Rusia.

(Baca: Tanggapi Jokowi, Kedubes Rusia: Kami Tidak Ikut Campur Proses Pemilu)

 

Reporter: Ameidyo Daud

Anda Belum Menyetujui Syarat & Ketentuan
Email sudah ada dalam sistem kami, silakan coba dengan email yang lainnya.
Alamat email Anda telah terdaftar
Terimakasih Anda Telah Subscribe Newsletter KATADATA
Maaf Telah terjadi kesalahan pada sistem kami. Silahkan coba beberapa saat lagi
Silahkan mengisi alamat email
Silahkan mengisi alamat email dengan benar
Masukkan kode pengaman dengan benar
Silahkan mengisi captcha