Puradelta Lestari Targetkan Marketing Sales 2019 Rp 1,25 Triliun

Penulis: Ihya Ulum Aldin

Editor: Happy Fajrian

12/2/2019, 15.20 WIB

Puradelta Lestari telah mempertimbangkan kondisi investor yang masih wait and see, serta kondisi makroekonomi dalam menetapkan target marketing sales.

Perumahan
ANTARA FOTO/Raisan Al Farisi
Foto udara perumahan di kawasan Riung Bandung, Kota Bandung, Jawa Barat, Rabu (6/12).

PT Puradelta Lestari Tbk menetapkan target penjualan marketing 2019 sebesar Rp 1,25 triliun atau sama seperti target 2018. Tidak berubahnya target tersebut dikarenakan realisasi penjualan marketing pengembang kawasan industri terpadu Kota Deltamas ini pada tahun lalu tidak mencapai target, yaitu hanya tercapai Rp 884 miliar.

Direktur Puradelta Lestari Tondy Suwanto mengatakan, permintaan lahan industri sudah meningkat sejak akhir tahun 2018. Kendati demikian, Tondy menilai tahun lalu masih banyak investor yang wait and see, dan masih mengamati dinamika makroekonomi di Indonesia.

"Sejak akhir tahun 2018, dengan berbagai dinamika situasi global maupun lokal, terjadi peningkatan permintaan lahan industri, khususnya dari investor asing," kata Tondy melalui keterangan tertulisnya, Selasa (12/2).

Namun pihaknya menyatakan akan tetap mengantisipasi sikap wait and see investor, sehubungan dengan diadakannya pemilihan umum (pemilu) pada April mendatang. Oleh karena itu, dia memandang target penjualan marketing mereka tahun ini cukup realistis.

(Baca: Tak Capai Target, Puradelta Raih Marketing Sales Rp 884 Miliar di 2018)

Segmen lahan industri masih menjadi tulang punggung usaha dan kontributor utama penjualan marketing Puradelta Lestari. Namun, mereka juga terus mengembangkan kawasan hunian dan komersialnya untuk mewujudkan Kota Deltamas sebagai kawasan perkotaan terpadu yang mandiri.

Tahun lalu, Puradelta Lestari meluncurkan kluster hunian Naraya Park, hunian untuk kelas menengah agar memberikan akomodasi bagi para pekerja industri. Di samping itu, Puradelta Lestari bersama Panahome juga telah meluncurkan Savasa, sebuah kawasan hunian modern berkonsep smart-town.

Selain itu, Cikarang Japanese School juga tengah dibangun untuk memberikan fasilitas pendidikan bagi anak-anak ekspatriat Jepang yang bekerja di wilayah Cikarang dan sekitarnya. Fasilitas pendidikan tersebut diharapkan dapat meningkatkan potensi area komersial di sekitarnya. Hingga saat ini, proses konstruksi Cikarang Japanese School sudah berjalan 75%.

Pengembangan Kota Deltamas hingga saat ini didanai oleh kas internal. Tondy mengungkapkan saat ini mereka tidak memiliki utang dan masih memiliki kas internal yang kokoh. Total pengembangan area Kota Deltamas adalah seluas 3.181 hektar dan saat ini masih memiliki cadangan lahan seluas 1.519 hektar.

(Baca: Target Penjualan Semen Indonesia Naik 5% usai Akuisisi Solusi Bangun)

Reporter: Ihya Ulum Aldin

Anda Belum Menyetujui Syarat & Ketentuan
Email sudah ada dalam sistem kami, silakan coba dengan email yang lainnya.
Alamat email Anda telah terdaftar
Terimakasih Anda Telah Subscribe Newsletter KATADATA
Maaf Telah terjadi kesalahan pada sistem kami. Silahkan coba beberapa saat lagi
Silahkan mengisi alamat email
Silahkan mengisi alamat email dengan benar
Masukkan kode pengaman dengan benar
Silahkan mengisi captcha