Erick Thohir: Industri Halal Berpotensi Jadi Penopang Ekonomi

Penulis: Rizka Gusti Anggraini

Editor: Hari Widowati

13/2/2019, 20.51 WIB

Proyeksi pendapatan industri halal Indonesia tergolong lemah dan masih berada di peringkat ke-15 dunia. Sementara, Malaysia memimpin di posisi pertama.

Peragaan Busana Muslim
Antara
Busana muslim merupakan salah satu sektor industri halal yang berpotensi dikembangkan di Indonesia.

Indonesia memiliki potensi besar dalam pengembangan sektor industri halal dengan populasi penduduk muslim yang mencapai 87% dari jumlah penduduk atau 222 juta jiwa. Industri halal berpeluang menjadi tiang penyangga ekonomi nasional di masa depan.

Founder Mahaka Group Erick Thohir mengatakan, laju pertumbuhan industri halal global meningkat dari 7,5% pada 2015 menjadi lebih dari 8% pada 2016. Kemudian sejak 2017 diperkirakan terus meningkat di tahun-tahun berikutnya. "Ini peluang yang harus kita rebut dan bangun,” kata Erick di Jakarta, Rabu (13/2).

Berdasarkan data Statista.com, pangsa pasar produk halal global pada 2016 mencapai US$ 45,3 miliar atau Rp 543 triliun. Pangsa pasar produk halal tersebut diperkirakan akan tumbuh menjadi US$ 58,3 miliar atau Rp 816,2 triliun pada 2022. Adapun pangsa pasar industri makanan halal global pada 2016 mencapai US$ 1,25 triliun atau sekitar Rp 15.000 triliun. Angka ini diprediksi akan bertumbuh menjadi US$ 2,57 triliun atau Rp 3.598 triliun pada 2024.

Lebih lanjut, Ketua Tim Kampanye Nasional (TKN) Joko Widodo-Ma'ruf Amin ini menjelaskan, Indonesia masuk dalam jajaran 20 negara besar dengan pertumbuhan ekonomi terbaik di dunia. Bahkan, untuk sektor ekonomi baru seperti perusahaan rintisan (startup) pun sudah ada dan meluas hampir di semua kalangan anak muda.

Namun, proyeksi pendapatan industri halal Indonesia tergolong lemah dan masih berada di peringkat ke-15 dunia. Sementara, negeri jiran Malaysia memimpin di posisi pertama.

Jika dilihat berdasarkan sektor ekonomi Islam, terdapat lima industri halal yang berpotensi pasar tinggi di Indonesia. Kelima sektor tersebut adalah makanan halal, finansial Islam, busana muslim, media dan rekreasi halal, pariwisata halal, serta farmasi dan kosmetik halal.

Menurut Erick, salah satu poin penting yang bisa menjadikan Indonesia unggul dalam sektor industri halal adalah kualitas sumber daya manusia. “Kita bangun human capital kita supaya bisa jadi negara lebih maju,” kata Erick.

(Baca: Prabowo-Sandi Percepat Kebijakan Industri Halal jika Menang Pillpres)

Sebelumnya, Juru Bicara Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo Subianto-Sandiga Uno, Handi Risza, mengatakan pihaknya akan mempercepat kebijakan industri halal di Indonesia. Jika memenangkan Pemilihan Presiden (Pilpres) pada April nanti, Prabowo-Sandi hendak menjadikan Indonesia sebagai pusat industri halal internasional.

“Prabowo-Sandi akan mencoba akselerasi kebijakan yang bisa mempercepat penyelesaian perangkat dan infrastruktur industri halal maupun keuangan syariah,” kata Handi Risza di Jakarta, Kamis (7/2). Hal ini merupakan bagian dari visi Indonesia Menang yang diusung pasangan calon nomor urut 02 tersebut.

Untuk merealisasikan target tersebut antara lain melalui penguatan lembaga keuangan syariah dan memperkuat ekosistem usaha syariah. Selain itu bakal dikembangkan penelitian dan pendidikan serta optimalisasi pemanfaatan dana sosial -zakat, wakaf, infak, dan sodakoh- sesuai peruntukannya.

(Baca: Kolaborasi, Kunci Bisnis Halal di Era Digital)

Reporter: Rizka Gusti Anggraini

Anda Belum Menyetujui Syarat & Ketentuan
Email sudah ada dalam sistem kami, silakan coba dengan email yang lainnya.
Alamat email Anda telah terdaftar
Terimakasih Anda Telah Subscribe Newsletter KATADATA
Maaf Telah terjadi kesalahan pada sistem kami. Silahkan coba beberapa saat lagi
Silahkan mengisi alamat email
Silahkan mengisi alamat email dengan benar
Masukkan kode pengaman dengan benar
Silahkan mengisi captcha