Tingkatkan Fasilitas Produksi, Vale Garap Proyek Rp 3,4 miliar
PT Vale Indonesia Tbk akan meningkatkan fasilitas produksinya dengan mengembangkan proyek tes aglomerasi pada contoh debu dan bijih di lokasi tambang Vale di Sorowako, Luwu Timur, Sulawesi Selatan. Nilai investasi proyeknya mencapai Rp 3,4 miliar.
Perusahaan bekerja sama dengan Pusat Penelitian dan Pengembangan Teknologi Mineral dan Batu Bara (TekMira) Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral untuk melakukan proyek ini.
Kepala Puslitbang TekMira Hermansyah menjelaskan kerja sama antar keduanya bertujuan untuk mendaur ulang debu dan ore secara efektif dan efisien. Dengan cara tersebut efektivitas daur ulang debu dalam rotary kiln (tungku putar) menjadi lebih baik.
"Tes ini mampu mengurangi jumlah debu dan meningkatkan produktivitas rotary kiln," kata dia dalam keterangan pers, Jumat (1/3).
Tes aglomerasi akan dilakukan terhadap debu dari rotary kiln melalui peletasi, pembriketan atau ekstruksi agar dapat didaur ulang. Puslitbang TekMira juga akan melakuan serangkaian tes laboratorium untuk menentukan metode aglomerasi yang paling tepat dan sesuai untuk meningkatkan efisiensi dan efektifitas proses. Selain itu, para peneliti juga akan melakukan studi, analisa kimia, dan simulasi untuk mendapatkan hasil terbaik.
Vale merupakan perusahaan pertambangan mineral yang mengoperasikan tambang nikel terbuka dan pabrik pengolahan di Sorowako. Produk yang dihasilkan berupa nikel laterit atau saprolit yang diolah menjadi nikel matte.
Produksi nikel Vale bisa mencapai 75.000 metrik ton per tahun. Hasil tambang perusahaan yang sudah beroperasi sejak 1968 ini menyumbang pasokan nikel dunia sebesar lima persen.
Melalui berbagai teknologi dan tambahan investasi, PT Vale Indonesia menargetkan peningkatan produksi tahunan menjadi 90 ribu metrik ton nikel matte dalam lima tahun ke depan.
Nikel merupakan logam yang terkenal dengan fleksibilitas dan ketahanannya terhadap oksidasi dan korosi, bahkan dalam suhu yang ekstrem. Karena itu, nikel kerap dipakai dalam berbagai produk, seperti baterai isi ulang, koin, peralatan makan, dan gerbong kereta.
(Baca: Vale Ungkap Pembangunan Smelter Jadi Tantangan Industri Tambang)
Vale saat ini juga berencana membangun dua pabrik pengolahan dan pemurnian (smelter) di Pomalaa dan Bahadopi, Sulawesi. Namun, perusahaan belum mendapatkan mitra untuk mewujudkannya.