Cegah Debat Ketiga Pilpres Ricuh, 6 Orang Ditunjuk Jadi Komite Damai

Penulis: Ameidyo Daud

Editor: Martha Ruth Thertina

14/3/2019, 17.20 WIB

Debat ketiga akan dilakukan antar-cawapres. Tema yang diusung yaitu pendidikan, kesehatan, ketenagakerjaan, serta sosial dan kebudayaan.

Debat Capres
Antara Foto/ Sigid Kurniawan
Ketua KPU Arief Budiman (tengah) bersama pasangan capres-cawapres nomor urut 01 Joko Widodo (kedua kiri) dan Ma\'ruf Amin (kiri) serta pasangan nomor urut 02 Prabowo Subianto (kedua kanan) dan Sandiaga Uno (kanan) bersiap mengikuti debat pertama Pilpres 2019, di Hotel Bidakara, Jakarta, Kamis (17/1/2019). Debat tersebut mengangkat tema Hukum, HAM, Korupsi, dan Terorisme.

Komisi Pemilihan Umum (KPU), Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu), serta tim kampanye pasangan calon presiden (capres) dan calon wakil presiden (cawapres) membentuk Komite Damai yang beranggotakan enam orang. Komite ini bertugas sebagai penengah atas permasalahan yang terjadi pada saat debat ketiga Pilpres 2019.

Komite Damai terdiri dari perwakilan KPU yaitu Wahyu Setiawan; perwakilan dari Bawaslu yaitu Mochamad Afifuddin; perwakilan Tim Kampanye Nasional (TKN) Joko Widodo - Ma'ruf Amin yaitu Aria Bima dan politisi Mallarangeng; perwakilan Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo Subianto-Sandiaga Uno yaitu Imelda Sari dan Putra Jaya Husin.

Imelda Sari yang juga menjabat sebagai Anggota Direktorat Media dan Komunikasi Partai Demokrat membenarkan dirinya menjadi salah satu anggota Komite Damai perwakilan BPN. Menurut dia, tugas tim damai lebih kepada penegakan aturan. "Kalau ada insiden tidak semua maju," kata dia ketika dikonfirmasi katadata.co.id, Kamis (14/3).

(Baca: LIPI Sebut Pemilu 2019 Jadi ‘Kuburan Massal’ Partai Politik)

Penjelasan senada disampaikan anggota Komite Damai perwakilan TKN Aria Bima. Menurut politisi PDI Perjuangan tersebut, harus ada beberapa perwakilan untuk menyelesaikan persoalan di tengah waktu debat yang sempit. "Jadi mencari solusi dalam waktu secepatnya," kata dia.

Rencananya, debat ketiga akan digelar pada 17 Maret mendatang. Debat tersebut antar-cawapres dan akan membahas tema pendidikan, kesehatan, ketenagakerjaan, serta sosial dan kebudayaan.

Selain Komite Damai, KPU telah menetapkan sembilan panelis untuk debat ketiga tersebut. Para panelis akan menyusun pertanyaan bagi para cawapres yang akan berdebat, yakni Ma'ruf Amin dan Sandiaga Uno. Kesembilannya terdiri dari dari akademisi, aktivis, hingga budayawan.

(Baca: Khawatir Pemilu Batal Imbas Perhitungan Lama, KPU Minta Tafsir MK)

Para panelis tersebut yaitu, Dwia Aries Tina Palubuhu. Dwia saat ini menjabat sebagai Rektor Universitas Hasanuddin (Unhas) Makassar periode 2018-2022. Kemudian, Rektor Universitas Tanjungpura periode 2007-2011 Chairil Effendy, Rektor Unsyiah Samsul Rizal, dan Rektor Sunan Kalijaga Yudian Wahyudi.

Selain itu, Guru Besar Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Sumatera Utara, Subhilhar. Sastrawan dan budayawan Radhar Panca Dahana. Lalu, ada juga Direktur Eksekutif Migrant Care Anis Hidayah, Ketua Majelis Kolegium Kedokteran Indonesia David Perdanakusuma, dan Rektor Universitas Diponegoro Yos Johan Utama.

(Baca: Bahas Kesejahteraan dan Investasi, Ini Jadwal Debat Akhir Pilpres 2019)

Adapun debat Pilpres 2019 akan digelar sebanyak lima kali. Debat keempat akan digelar pada 30 Maret, dengan tema ideologi, pemerintahan keamanan serta hubungan internasional. Pesertanya capres.

Sementara itu, debat terakhir akan digelar pada 13 April, atau sehari sebelum masa tenang pada 14-16 April. Debat bakal mengusung tema ekonomi dan kesejahteraan sosial, keuangan dan investasi, serta perdagangan dan industri. Pesertanya, capres dan cawapres.

Anda Belum Menyetujui Syarat & Ketentuan
Email sudah ada dalam sistem kami, silakan coba dengan email yang lainnya.
Alamat email Anda telah terdaftar
Terimakasih Anda Telah Subscribe Newsletter KATADATA
Maaf Telah terjadi kesalahan pada sistem kami. Silahkan coba beberapa saat lagi
Silahkan mengisi alamat email
Silahkan mengisi alamat email dengan benar
Masukkan kode pengaman dengan benar
Silahkan mengisi captcha