Antam Targetkan Smelter Nikel di Halmahera Rampung 2020

Penulis: Fariha Sulmaihati

Editor: Ekarina

15/3/2019, 13.03 WIB

Antam menargetkan pembangunan pabrik pengolahan dan pemurnian (smelter) Nickel Pig Iron (NPI) Blast Furnance di Halmahera Timur rampung tahun depan.

Antam
Arief Kamaludin|KATADATA

PT Aneka Tambang Tbk (Antam) menargetkan pembangunan pabrik pengolahan dan pemurnian (smelter) Nickel Pig Iron (NPI) Blast Furnance di Halmahera Timur, Maluku Utara segera dibangun tahun ini. Dengan demikian, proyek senilai US$ 320 atau Rp 4,8 triliun itu diharapkan dapat beroperasi  pada kuartal IV 2020.

Sekretaris Perusahaan Antam Apriliandi H Setia mengatakan untuk peletakan batu pertama smelter NPI akan dilaksanakan pada tahun ini. Dalam pembangunannya Antam menggandeng Ocean Energy Nickel International Pte. Ltd (OENI).

(Baca: Antam Buka Peluang Caplok 26% Saham Nusa Halmahera Minerals)

OENI akan memastikan pendanaan dan penyelesaian konstruksi tepat waktu. Total kapasitas produksi setelah smelter ini terbangun yaitu 320 ribu ton NPI atau setara dengan 30.000 ton nikel dalam NPI (TNi). 

Kerja sama dengan OENI sebelumnya tertuang dalam pokok perjanjian (Head of Agreement/HoA) yang diteken dalan Indonesia Investing Forum 2018, IMF-World Bank Annual Meetings 2018 di Nusa Dua, Bali 11 Oktober 2018.

"Antam menargetkan ground breaking proyek ini bisa dilakukan di 2019," kata dia, di kepada Katadata.co.id, Jumat (15/3).

Sementara itu, untuk mendukung pasokan listrik pabrik smelter tersebut,  Antam bekerja sama dengan PT Bukit Asam Tbk (PTBA) untuk membangun Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) dan Pembangkit Listrik Tenaga Diesel (PLTD) yang dibangun dengan investasinya US$ 350 juta  atau sekitar Rp 5  triliun. Kedua pembangkit ini ditargetkan siap beroperasi pada pertengan 2023.

(Baca: Antam Anggarkan Belanja Modal Rp 3,3 triliun untuk Ekspansi Tahun Ini)

"Perlu daya yang tinggi untuk bisa menjalankan smelter dan tidak bisa hanya mengendalikan dari PLTU. Jadi perlu backup dari PLTD," kata Direktur Utama Bukit Asam Arviyan Arifin, di Jakarta, Senin (11/3).

PLTU ini nantinya memiliki kapasitas pembangkit sebesar 3x 60 Megawatt (MW). Sementara untuk PLTD akan memiliki kapasitas 3x17 MW.  Sementara untuk kebutuhan batu bara untuk mengoperasikan pembangkit ini sekitar 0,65 juta ton per tahun.

Proyek NPI Blast Furnace akan menambah portofolio kelolaan smellter Antam selain pabrik feronikel di Pomalaa, Sulawesi Tenggara berkapasitas 27.000-30.000 TNi. Selain itu, Antam juga memiliki proyek pembangunan Pabrik Feronikel Halmahera Timur berkapasitas 13.500 TNi.

Sepanjang 2018, Antam mencetak laba bersih Rp 874, 42 miliar , naik 541% dari Rp 136,5 miliar pada 2017. Emiten berkode ANTM, mencatatkan penjualan hampir dua kali lipat menjadi Rp 25,24 triliun, naik sebesar 99% dibanding 2017, yaitu senilai Rp 12,65 triliun.

Reporter: Fariha Sulmaihati

Anda Belum Menyetujui Syarat & Ketentuan
Email sudah ada dalam sistem kami, silakan coba dengan email yang lainnya.
Alamat email Anda telah terdaftar
Terimakasih Anda Telah Subscribe Newsletter KATADATA
Maaf Telah terjadi kesalahan pada sistem kami. Silahkan coba beberapa saat lagi
Silahkan mengisi alamat email
Silahkan mengisi alamat email dengan benar
Masukkan kode pengaman dengan benar
Silahkan mengisi captcha