Jelang Ramadan, Menteri Enggar Tinjau Harga Bahan Pokok di Pasar

Penulis: Rizka Gusti Anggraini

Editor: Ekarina

26/3/2019, 16.52 WIB

Enggar menyebutkan perkembangan stok dan harga bahan pokok di pasar Pidie, Aceh relatif stabil.

Pasar Induk Beras Cipinang
ANTARA FOTO/Muhammad Adimaja
Ilustrasi pasar beras. Mendag beberapa hari lalu meninjau ketersediaan pasokan dan harga jual sejumlah komoditas pangan di Pasar Induk di Pidie, Aceh.

Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita memantau pergerakan harga bahan pokok menjelang puasa dan Lebaran. Dia, misalnya, meninjau langsung ketersediaan pasokan dan harga barang pokok di pasar tradisional.

Salah satu tempat yang dituju Enggar yaitu Pasar Induk Kramat Dalam Kota Sigli di Kabupaten Pidie, Aceh. Pasar seluas 18.000 meter persegi ini ditempati sekitar 350 kios pedagang.

“Ini bagian dari arahan Presiden Jokowi untuk meninjau pasar, baik kondisi fisik maupun komoditas yang dijual. Juga untuk menjaga ketersediaan stok dan menghindari lonjakan harga," kata Enggar dalam keterangan tertulis, Selasa (26/3).

(Baca: Jelang Ramadan, Kemendag Antisipasi Pergerakan Harga Bahan Pokok)

Berdasarkan pantauannya, perkembangan stok dan harga bahan pokok di pasar tersebut relatif stabil. Beras premium dijual Rp 11.000-12.000 per kilogram. Kemudian gula dijual seharga Rp12.000 kilogram dan  minyak goreng curah Rp 10.000 pe liter.

Kemudian komoditas telur ayam dijual Rp 17.000 per kilogram, cabe merah besar Rp 22.000, dan cabe rawit merah Rp23.000 per kilogram. Adapun bawang merah Rp 35.000 per kilogram, dan bawang putih Rp24.000.

Sementara itu, berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), hingga minggu ke-3 Maret 2019 harga bahan pokok tercatat relatif stabil dibandingkan bulan sebelumnya. Bahkan, beberapa komoditas seperti beras, daging ayam ras, telur ayam ras, dan cabai merah diklaim turun.

Secara nasional, rata-rata harga beras pada awal Maret hingga minggu ketiga turun 0,38% dibanding rata-rata harga Februari 2019. Ini tercermin dari kondisi harga di 71 daerah.

Sementara itu untuk mengantisipasi kenaikan harga bahan pokok selama Ramadan dan Lebaran, Kemendag telah menggelar Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) di Bandung, Jawa Barat, pada Rabu (20/3).

(Baca: Antisipasi Kenaikan Harga, Bulog Gelontorkan 3 Ribu Ton Beras per Hari)

Rakornas ini juga bertujuan untuk mengidentifikasi kesiapan kementerian dan lembaga terkait, pemerintah daerah, dan pelaku usaha dalam menjaga stabilitas harga barang pokok menjelang bulan puasa dan Lebaran.

Pada kesempatan tersebut, Enggar menyampaikan bahwa dalam pembangunan pasar rakyat, pemerintah tidak hanya membangun fisiknya saja, tetapi juga para pedagang di dalamnya. Untuk itu, pemerintah akan mempersiapkan pembinaan kepada para pedagang agar mampu meningkatkan usaha, salah satunya dengan membuka akses kredit usaha rakyat (KUR).

Anda Belum Menyetujui Syarat & Ketentuan
Email sudah ada dalam sistem kami, silakan coba dengan email yang lainnya.
Alamat email Anda telah terdaftar
Terimakasih Anda Telah Subscribe Newsletter KATADATA
Maaf Telah terjadi kesalahan pada sistem kami. Silahkan coba beberapa saat lagi
Silahkan mengisi alamat email
Silahkan mengisi alamat email dengan benar
Masukkan kode pengaman dengan benar
Silahkan mengisi captcha