Startup Layanan Kesehatan Medigo Raih Pendanaan Awal

Penulis: Cindy Mutia Annur

Editor: Agung Jatmiko

9/4/2019, 07.13 WIB

Medigo raih pendanaan awal dari Venturra Discovery.

Telaah - Asuransi Kesehatan
Jakub Jirsak/123rf
Ilustrasi kesehatanStartup Medico raih pendanaan dari Venturra Discovery

Perusahaan rintisan (startup) layanan kesehatan digital (e-health) Indonesia, Medigo, raih pendanaan awal dari Venturra Discovery yang merupakan cabang investasi dari Venturra Capital. Pendanaan tersebut dilakukan pada kuartal IV-2018, tepat setelah peluncuran Venturra Discovery pada September 2018.

CEO Medigo Harya Bimo mengatakan, perusahaanya percaya bahwa sebenarnya masalah dalam industri perawatan kesehatan Indonesia bukanlah dari sisi pasien, melainkan dari sisi penyedia layanannya. Menurutnya, industri perawatan kesehatan yang masih sangat birokratis, dan kompleks.

“Kami hadir dengan tujuan untuk memecahkan masalah bagi penyedia layanan terlebih dahulu. Tanpa menyelesaikan masalah itu, sulit untuk memberikan layanan dan pengalaman yang berkualitas kepada pasien,” ujar Harya seperti dikutip dalam e27 beberapa waktu lalu.

Medigo mencatat bahwa lebih dari 2.800 rumah sakit di Indonesia belum terhubung secara online dengan dokter dan pasien mereka. Sementara itu, mayoritas lebih dari 18 ribu klinik di seluruh Indonesia belum distandarisasi dan masih dioperasikan secara manual.

(Baca juga: Startup Edukasi Keuangan Jouska Gaet 2 Ribu Klien dalam 4 Tahun)

Tantangan dalam industri kesehatan Indonesia terdapat di semua tingkat fasilitas layanan kesehatan, mulai dari pusat kesehatan masyarakat (puskesmas), klinik, hingga rumah sakit. Selain itu, ada pula tantangan pada ketidakefisienan dalam mengakses catatan medis untuk pasien dan penyedia layanan kesehatan, proses rujukan yang rumit antara fasilitas layanan kesehatan, serta proses yang masih dilakukan secara manual dalam pengklaiman asuransi.

Adapun, Medigo telah menghubungkan antara fasilitas perawatan kesehatan dengan pasien, dokter, asuransi, dan pemerintah di dalam satu platform.  Perusahaan yang didirikan pada Mei 2018 ini berfokus untuk menghubungkan fasilitas layanan kesehatan dengan misi 'membangun ekosistem layanan kesehatan digital Indonesia yang lebih baik dan lebih terhubung'.

Salah satu layanan produk Medigo, yakni sebagai platform manajemen rawat jalan untuk rumah sakit dalam mengelola operasi poliklinik mereka mulai dari pendaftaran, antrian, slot pasien, dan jadwal dokter melalui koneksi Application Programming Interfaces (API). Sementara untuk layanan klinik, Medigo menyediakan aplikasi manajemen klinik terintegrasi yang disebut Medigo Qlinik, yang ditujukan untuk pemilik atau manajemen klinik dalam mendigitalkan operasi yang akan mereka lakukan.

(Baca juga: IDN Media Berencana Akuisisi Tiga Perusahaan Tahun Ini)

Sedangkan untuk layanan pasien, Medigo menyediakan aplikasi yang akan segera diluncurkan agar dapat terhubung ke dokter yang berpraktik di klinik dan mitra rumah sakit Medigo. Sehingga, hal ini memungkinkan pasien untuk mendaftar, memesan konsultasi, memeriksa resume medis, dan membayar untuk konsultasi dan obat-obatan.

Tercatat, hingga saat ini tahap uji coba layanan Medigo sudah berjalan di rumah sakit lokal Rumah Sakit Pertamina Pusat (RSPP), Rumah Sakit Pertamina Jaya (RSPJ), dan lebih dari 100 klinik. Tahun ini, Medigo menargetkan untuk bermitra dengan 10 rumah sakit, 500 klinik, dan mendapatkan tiga juta interaksi antara mitra pasien dan dokternya.

Reporter: Cindy Mutia Annur

Anda Belum Menyetujui Syarat & Ketentuan
Email sudah ada dalam sistem kami, silakan coba dengan email yang lainnya.
Alamat email Anda telah terdaftar
Terimakasih Anda Telah Subscribe Newsletter KATADATA
Maaf Telah terjadi kesalahan pada sistem kami. Silahkan coba beberapa saat lagi
Silahkan mengisi alamat email
Silahkan mengisi alamat email dengan benar
Masukkan kode pengaman dengan benar
Silahkan mengisi captcha