INDEF: Apapun Hasil Pilpres 2019, Investor Asing Tetap Lirik Indonesia

Penulis: Antara

Editor: Agung Jatmiko

17/4/2019, 15.07 WIB

INDEF optimis apapun hasil Pilpres 2019, investor asing akan kembali melakukan aksi beli di pasar saham.

Pilpres 2019, INDEF, pasar modal
ANTARA FOTO/ADITYA PRADANA PUTRA
Pekerja melintasi layar monitor bursa saham di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Selasa (16/4/2019). Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada sehari menjelang Pemilu 2019 ditutup menguat 0,72 persen atau 46,39 poin pada level 6.481.

Institute for Development of Economics and Finance (INDEF) memperkirakan investor asing akan kembali aktif atau “tancap gas” di pasar saham setelah Pilpres 2019. Peneliti INDEF Bhima Yudhistira berpendapat, apapun hasil Pilpres 2019, investor asing akan tetap masuk ke Indonesia, sebab Indonesia merupakan pasar yang prospektif, dengan pertumbuhan ekonomi di atas 5%.

Menjelang Pilpres 2019, investor asing memang cenderung melakukan aksi jual (nett sell) ketimbang beli (nett buy). Bhima menyebut, nett sell investor asing selama sepekan terakhir tercatat mencapai Rp 1,06 triliun. Sehari sebelum Pilpres 2019, nett sale tercatat sebesar Rp 559,78 miliar.

(Baca: Sehari Jelang Pemilu 2019, IHSG Bergerak di Zona Hijau)

Besarnya nett sale ini menurutnya karena investor asing cukup sensitif jika menyangkut Pilpres, sehingga cenderung menahan diri. Pemenang Pilpres 2019 sebenarnya tidak menjadi masalah bagi investor, namun Bhima menyebut perilaku investor yang memang sedikit menghindar menjelang Pemilu.

Jumlah nett sale selama sepekan terakhir dan sehari sebelum Pilpres 2019 ini memang tercatat besar, namun Bhima memproyeksi pekan depan kegiatan nett buy dari investor asing akan kembali bergeliat.

Jika mencermati data-data di pasar, nett sale agaknya tidak berpengaruh signifikan terhadap pasar modal Indonesia. Data RTI menunjukkan, pada penutupan perdagangan Selasa (16/4), Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup di level 6.481,54, naik tipis o,72% dibanding hari sebelumnya. Selama sepekan penurunan IHSG pun sebenarnya tidak signifikan, hanya turun 0,04%. Menurut Bhima IHSG memiliki tren yang bagus.

Bhima optimis geliat investor asing akan kembali muncul, selain karena tren positif pasar modal Indonesia, faktor demografi Indonesia, yang banyak diisi oleh penduduk usia produktif. pun bakal menjadi faktor penentu masih diliriknya Indonesia oleh investor asing.

“Ini pasar yang masih bagus, kalau kita lihat kecenderungan ekonomi global sedang melemah, banyak dana asing negara larinya ke ‘emerging market’, salah satunya Indonesia,” katanya.

(Baca: Menko Darmin Yakin Investasi Lebih Banyak Masuk Usai Pemilu)

Anda Belum Menyetujui Syarat & Ketentuan
Email sudah ada dalam sistem kami, silakan coba dengan email yang lainnya.
Alamat email Anda telah terdaftar
Terimakasih Anda Telah Subscribe Newsletter KATADATA
Maaf Telah terjadi kesalahan pada sistem kami. Silahkan coba beberapa saat lagi
Silahkan mengisi alamat email
Silahkan mengisi alamat email dengan benar
Masukkan kode pengaman dengan benar
Silahkan mengisi captcha

Video Pilihan