10 Alasan Jangan Remehkan Pertanian

Image title
Oleh - Tim Publikasi Katadata
21 April 2019, 21:48
KEMENTAN
Katadata

Jakarta - Sektor pertanian di era digital makin menarik dan makin digeluti generasi muda. Era ini membuktikan pertanian tak lagi bisa diremehkan. Apalagi, digitalisasi untuk pertanian terus digencarkan pemerintah, yang berusaha mentransformasi pertanian tradisional menuju pertanian modern.

Ada 10 alasan mengapa kita tidak boleh meremehkan sektor pertanian.


Ekspor Komoditas Pertanian Makin Gencar

Kementerian Pertanian (Kementan) sedang aktif mendorong dan membuka peluang ekspor dengan beberapa negara di Asia, Eropa dan Amerika. Usaha ini sudah membuahkan hasil. Produk pertanian Indonesia bisa menembus pasar besar seperti Jepang, Spanyol, dan Amerika Serikat. Adapun komoditas ekspor potensial yang dikirim antara lain Buah tropika, padi, jagung dan olahan ayam.


Makanan Kita dari Tumbuhan atau Hewan

Selama Anda masih membutuhkan makanan, masih mengkonsumsi daging, telur, sayur, buah, dan nasi, atau jagung itu artinya Anda harus bersyukur karena masih memiliki petani dan peternak. Masih ada orang yang setiap hari bersentuhan langsung dengan kebun, sawah, dan peternakan.

Saat ini di sektor pertanian juga sedang terjadi regenerasi petani, dari para petani tua kepada khususnya anak muda. Banyak generasi millenial yang menilai sektor pertanian adalah mata pencaharian yang menjanjikan dan bergengsi.


Pertanian adalah Sektor yang Menantang


Pernahkan Anda mendengar berbagai bidang studi terkait produksi, pemuliaan tanaman dan proteksi tanaman? Tantangan yang masih kita hadapai di lapangan bisa berupa hama, lahan yang suboptimal atau kekeringan dan banjir yang membuat produksi tanaman merosot. Nah, tantangan ini tentu memanggil Anda yang berjiwa muda untuk bergabung di sektor ini dan memecahkan persoalan yang dihadapi. Dengan demikian Anda turut menyelamatkan sektor pangan negara.


Mahasiswa Pertanian Berinovasi untuk Genjot Produksi


Seiring banyaknya anak muda yang masuk fakultas pertanian di berbagai universitas seluruh Indonesia, makin kuat bangsa ini menuju lumbung pangan dunia. Tapi, kaum intelektual ini dituntut terus berinovasi mengembangkan dan meningkatkan sektor pertanian menjadi lebih baik. Satu contoh adalah dikembangkanya enam Politeknik Pertanian, sebagai sekolah tinggi yang akan menjawab kebutuhan inovasi di lapangan.


Mahasiswa Pertanian Diharapkan Mampu Menjawab Pertanyaan Petani



Sebagai Mahasiswa, perlu belajar serius
menyerap semua materi pelajaran di kampus, untuk memenuhi kebutuhan pengetahuan agar bisa menjawab persoalan para petani di Lapangan. Petani menantang untuk memecahkan semua masalah yang dihadapi di lapangan, dari persoalan budidaya sampai pasar.


Lulusan Pertanian Bisa Mandiri


Mahasiswa lulusan pertanian dapat memilih bidang kerja dan peluang besar berkiprah di sektor pertanian kita yang sangat menantang dan potensial. Anda tidak perlu mencari pekerjaan jika lulusan pertanian, tinggal mempraktikan ilmu yang didapat dan menciptakan lapangan kerja sendiri.


Pertanian adalah Bisnis

Sektor ini adalah sektor kebutuhan dasar manusia sehari-hari. Bisnis pertanian variasinya sangat banyak, bisa di bagian hulu dalam penyediaan alat mesin dan sarana produksi, maupun di hilir dalam pascapanen dan pemasaran.

Petani adalah Orang-orang Bisnis

Masuk ke dunia pertanian berarti secara tidak langsung sudah masuk bagian dari orang orang pebisnis. Banyak pengusaha besar, konglomerat yang usahanya dari sektor ini. Bisnis pertanian bisa dengan melakukan jual beli hasil perkebunan, juga proses pascapanen seperti makanan olahan.

Lulusan Pertanian Dapat Menggeluti Pertanian dan Peternakan Organik

Sebagai lulusan pertanian, Anda dituntut mampu mengembangkan komoditas sesuai potensi alam, sehingga rendah input luar. Anda juga dituntut menggenjot produksi pangan dan peternakan untuk memenuhi kebutuhan lokal maupun ekspor ke luar negeri secara organik. Meski banyak tuntutan, tetapi pasti bisa menjawab semua tuntutan tersebut.

Pertanian Bukan Hanya Sains, Melainkan Pandangan Hidup


Manusia dan pertanian benar-benar tak bisa dipisahkan karena sektor ini bagian dari kehidupan itu sendiri. Untuk itu, sebaiknya Anda memiliki kemampuan bertani, setidaknya untuk bertahan hidup dan kembali ke alam.


Terakhir, mengulang yang sering disampaikan oleh Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman bahwa delapan dari 10 Konglomerat Indonesia memiliki bisnis di bidang pertanian. Untuk

"Kami mengajak anak muda menjadi pengusaha muda pertanian. Dari 10 konglomerat Indonesia, 8 orang bergerak di sektor pertanian. Jadilah pengusahan yang jujur, pekerja keras dan tidak korupsi. Jika mau kaya, maka masuklah di sektor pertanian," tegas Mentan.

Editor: Arsip
Berita Katadata.co.id di WhatsApp Anda

Dapatkan akses cepat ke berita terkini dan data berharga dari WhatsApp Channel Katadata.co.id

Ikuti kami

Artikel Terkait

Video Pilihan
Loading...