Jonan Ancam Terapkan DMO Sawit Bila Suplai Bahan Baku B30 Tak Lancar

Penulis: Fariha Sulmaihati

Editor: Yuliawati

13/6/2019, 14.58 WIB

Program B30 diharapkan dapat menurunkan impor BBM dan meningkatkan cadangan devisa negara.

DMO sawit bila bahan baku B30 tak lancar
ANTARA FOTO/Rahmad
Pekerja merontokkan buah kelapa sawit dari tandannya di Desa Sido Mulyo, Aceh Utara, Aceh, Kamis (26/10).

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Ignasius Jonan menagih komitmen para produsen untuk memasok bahan baku minyak sawit (Fatty Acid Methyl Ester/FAME) untuk campuran biodiesel 30% ke bahan bakar solar (B30). Bila pasokan tak terpenuhi, Jonan mengancam akan mengajukan kewajiban pasokan atau Domestic Market Obligation/ DMO kepada Presiden Joko Widodo.

"Sekali diterapkan harus bisa komitmen suplai FAME, kalau tidak saya akan meminta ke presiden untuk menerapkan DMO," ujarnya, di Gedung Kementerian ESDM, Jakarta, Kamis (13/6).

(Baca: Realisasi Biodiesel B100 Perlu Koordinasi Antar Lembaga)

Jonan menjelaskan saat ini pemerintah tengah meningkatkan pembangunan infrastruktur jalan tol, sehingga diperkirakan kebutuhan bahan bakar kendaraan akan meningkat. Kebutuhan bahan bakar kendaraan menyebabkan makin tingginya impor Bahan Bakar Minyak (BBM) yang berimbas semakin melebarnya defisit neraca perdagangan.

"Jika dibiarkan sebelum 2025 itu impornya bisa sampai sekitar 1 juta barrel," kata dia.

Program B30 diharapkan dapat menurunkan impor BBM dan meningkatkan cadangan devisa negara. Jonan juga memberikan masukan kepada Badan Usaha (BU) BBM agar melakukan proses percampuran FAME dan BBM dengan baik dan konsisten, sehingga tidak terjadi kerusakan pada mesin kendaraan.

(Baca: Tes Jalan Biodiesel 30 Ditargetkan Mulai Bulan Depan)

Ada pun uji jalan (road test) B30 telah dilakukan mulai Mei-Oktober. Uji coba ini dilakukan tiga unit truk uji coba dengan menempuh jarak 40 ribu km, dengan rute Lembang - Karawang - Cipali - Subang - Lembang sejauh 350 km per hari.

Sedangkan delapan unit kendaraan penumpang menempuh jarak 50 ribu km, dengan rute Lembang - Cileunyi - Nagreg - Kuningan - Tol Babakan - Slawi - Guci - Tegal - Tol Cipali - Subang - Lembang sejauh 560 km per hari.

Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP) Kelapa Sawit mengeluarkan dana untuk membiayai uji coba mencapai Rp 20 miliar. Ada pun bahan bakar solar yang digunakan berasal dari PT Pertamina (Persero) sebanyak 70 kilo liter (kl).

Reporter: Fariha Sulmaihati

Anda Belum Menyetujui Syarat & Ketentuan
Email sudah ada dalam sistem kami, silakan coba dengan email yang lainnya.
Alamat email Anda telah terdaftar
Terimakasih Anda Telah Subscribe Newsletter KATADATA
Maaf Telah terjadi kesalahan pada sistem kami. Silahkan coba beberapa saat lagi
Silahkan mengisi alamat email
Silahkan mengisi alamat email dengan benar
Masukkan kode pengaman dengan benar
Silahkan mengisi captcha

Video Pilihan