Menteri Rini Klaim Keuntungan BUMN Tumbuh 39,8% Selama Kepemimpinannya

Penulis: Ihya Ulum Aldin

Editor: Sorta Tobing

13/6/2019, 14.07 WIB

"Dengan kerja keras seluruh insan BUMN, pada 2018 untungnya di atas Rp 200 triliun," kata Menteri BUMN Rini Soemarno.

bumn masuk daftar forbes, keuntungan bumn 2018, rini soemarno
Arief Kamaludin|Katadata
Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Rini Soemarno mengklaim selama kepemimpinannya keuntungan BUMN naik lebih dari 39,8%.

Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Rini Soemarno mengklaim selama kepemimpinannya keuntungan BUMN naik lebih dari 39,8%. Pada saat Rini ditunjuk sebagai Menteri BUMN pada 2014 lalu, keuntungan BUMN sebesar Rp 143 triliun.

"Dengan kerja keras seluruh insan BUMN, pada 2018 untungnya di atas Rp 200 triliun," kata Rini melalui siaran resmi yang diterima Katadata.co.id pada Kamis (13/6).

Mantan Menteri Perindustrian dan Perdagangan Indonesia periode 2001-2004 itu mengatakan, kinerja positif ini akan dijaga dan ditingkatkan agar BUMN dapat terus melayani negeri. "Termasuk juga memperkuat peran BUMN sebagai agen pembangunan," ujarnya.

Berdasarkan kinerja perusahaan-perusahaan pelat merah tahun lalu, ada empat BUMN yang masuk dalam daftar perusahaan publik terbesar di dunia pada 2019 versi majalah Forbes. PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) menempati posisi 363. Bank ini tercatat memiliki kapitalisasi pasar (market cap) senilai US$ 38,8 miliar.

Didirikan pada 1895, Bank BRI fokus membiayai sektor mikro dan ritel, terutama Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM). Pendapatan BRI tahun lalu mencapai US$ 9,4 miliar, perolehan laba US$ 2,3 miliar, dan aset US$ 90,2 miliar.

PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) masuk dalam posisi 481. Bank pelat merah ini banyak beroperasi di sektor korporasi, komersial, serta bisnis. Bank Mandiri mencatatkan pendapatan senilai US$ 8 miliar, dengan perolehan laba USD$ 1,8 miliar, dan aset mencapai US$ 83,6 miliar. Adapun nilai kapitalisasi pasarnya sebesar US$ 25,9 miliar.

(Baca: Super Holding BUMN Mengikuti Jejak Temasek dan Khazanah)

Perusahaan lainnya, PT Telkomunikasi Indonesia Tbk (TLKM) menempati posisi 747. Telkom merupakan perusahaan telekomunikasi dengan pendapatan perusahaan mencapai US$ 9,4 miliar dengan perolehan laba US$ 1,3 miliar, dan aset US$ 13,8 miliar. Nilai kapitalisasi pasar perusahaan dilaporkan mencapai US$ 27,2 miliar.

Terakhir, PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI) yang berada pada posisi 835. BNI menjadi bank BUMN ketiga yang masuk dalam daftar perusahaan publik terbesar di dunia. Pendapatan bank ini tercatat US$ 4,9 miliar, dengan raihan laba US$ 1,1 miliar. dan asetnya senilai US$ 56,2 miliar. Sementara itu, nilai kapitalisasi pasar BNI pada 2018 senilai US$ 13,1 miliar.

Rini mengatakan, masuknya BUMN dalam daftar itu merupakan salah satu bukti keseriusan dalam mewujudkan kinerja yang terbaik. "Peringkat Forbes menunjukkan BUMN memiliki daya saing yang kuat dengan perusahaan top global lainnya," ujar Rini.

Forbes merilis daftar 2.000 perusahaan publik global terbesar di dunia pada 2019. Perusahaan-perusahaan yang terpilih tersebar di 61 negara. Penetapan kriteria perusahaan publik global terbesar, mengacu pada ukuran kapitalisasi pasar, penjualan, laba, dan aset di 2018.

(Baca: Menteri Rini Targetkan Laba Bersih BUMN Tahun Ini Tembus Rp200 Triliun)

Reporter: Ihya Ulum Aldin

Anda Belum Menyetujui Syarat & Ketentuan
Email sudah ada dalam sistem kami, silakan coba dengan email yang lainnya.
Alamat email Anda telah terdaftar
Terimakasih Anda Telah Subscribe Newsletter KATADATA
Maaf Telah terjadi kesalahan pada sistem kami. Silahkan coba beberapa saat lagi
Silahkan mengisi alamat email
Silahkan mengisi alamat email dengan benar
Masukkan kode pengaman dengan benar
Silahkan mengisi captcha