Lippo Karawaci Akan Tuntaskan 4 Tower Meikarta, Serah Terima Tahun Ini

Penulis: Ihya Ulum Aldin

Editor: Martha Ruth Thertina

20/6/2019, 15.56 WIB

Rencana rights issue Lippo Karawaci memberikan titik terang untuk keberlanjutan proyek Meikarta.

Lippo Karawaci serah terima apartemen meikarta
ANTARA FOTO/Risky Andrianto
Pekerja beraktivitas di kawasan proyek pembangunan Apartemen Meikarta di Cikarang, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, Selasa (16/10/2018).

Lippo Karawaci menargetkan serah terima unit di empat tower apartemen Meikarta bisa dilakukan pada tahun ini. Rencananya, penutupan atap (topping off) untuk keempat tower tersebut dilakukan pada awal Agustus mendatang.

CEO Lippo Karawaci John Riady mengatakan, penyerahan unit-unit tersebut bakal dilakukan secara bertahap tiga bulan setelahnya. "Jadi, September, Oktober, November seluruhnya akan hand offer," kata John dalam acara Halal Bihalal bersama awak media di Jakarta, Kamis (20/6).

Adapun penjualan apartemen Meikarta Fase 1A seluas 28 hektare sudah mencapai 65%. Jumlah yang ditawarkan untuk Fase 1A sebanyak 22.500 unit yang berada dalam 56 tower. Perusahaan menargetkan penjualan 35% sisanya bisa tercapai pada 18 bulan hingga 24 bulan ke depan.

(Baca: Demi Meikarta Fase 1 Selesai Tahun Ini, Lippo CIkarang Akan Jual Saham)

John menilai positif capaian penjualan sejauh ini. "Untuk (bisnis) properti, itu cukup baik. Kami bangun sesuatu, sudah terjual 65%," kata dia. Targetnya, keseluruhan 56 tower pada Fase 1A ini rampung pada kuartal IV 2020 atau kuartal I 2021.

Ia menjelaskan, penyelesaian proyek Meikarta ini merupakan komitmen perusahaan. Meski tengah dirundung kasus hukum, ia memastikan proyek Meikarta tetap berjalan mengikuti arahan pemerintah. "Yang penting kan janji kami ke konsumen," kata dia.

Keberlanjutan proyek Meikarta semakin terang seiring rencana Lippo Karawaci menggelar rights issue yang dijamin penuh keluarga Riady. Perusahaan menargetkan perolehan dana segar sebesar US$ 730 juta atau Rp 10,58 triliun dari aksi korporasi yang ditargetkan tuntas pada paruh pertama 2019 ini.

(Baca: Lippo Karawaci Kembali Dapat Prospek Positif dari Lembaga Pemeringkat)

Aksi korporasi tersebut akan menarik masuk dua investor baru, yakni George Raymond Zage III melalui Tiga Investments Pte Ltd dan Chow Tai Fook Nominee Limited melalui anak usahanya Swift Hunter Limited. Total komitmen dari kedua investor itu mencapai US$ 70 juta atau sekitar Rp 1,01 triliun.

John mengatakan, perusahaan membuat proyek Meikarta untuk menjawab kebutuhan akan rumah tinggal. "Adanya backlog kebutuhan rumah sebesar 7,6 juta unit dan pasokan land bank yang sangat memadai, menjadi salah satu alasan kuat atas fokus usaha Lippo Karawaci," kata dia.

Saat ini, perusahaan memiliki lahan untuk rumah sekitar 8.000 hektare, di mana 1.300 haktare di antaranya sudah siap untuk dilakukan pembangunan. Perusahaan berencana untuk membangun 100 ribu rumah di atas lahan tersedia, dengan nilai investasi mencapai Rp 100 triliun dalam lima hingga 10 tahun ke depan.

Salah satu upaya yang telah dilakukan oleh Lippo Karawaci yaitu dengan menggandeng private equity yang telah memberikan komitmen investasi melalui pembelian saham Lippo Karawaci melalui rights issue. "Memang partisipasi dari investor-investor lain ini, harapan kami merupakan satu bentuk dari kepercayaan dari pasar modal akan rencana kami untuk memperbaiki Lippo Karawaci," kata dia.

Anda Belum Menyetujui Syarat & Ketentuan
Email sudah ada dalam sistem kami, silakan coba dengan email yang lainnya.
Alamat email Anda telah terdaftar
Terimakasih Anda Telah Subscribe Newsletter KATADATA
Maaf Telah terjadi kesalahan pada sistem kami. Silahkan coba beberapa saat lagi
Silahkan mengisi alamat email
Silahkan mengisi alamat email dengan benar
Masukkan kode pengaman dengan benar
Silahkan mengisi captcha

Video Pilihan