Bekraf Fasilitasi Pengembangan Empat Daerah Kreatif

Penulis: Michael Reily

Editor: Desy Setyowati

24/6/2019, 17.52 WIB

Keempat daerah kreatif tersebut adalah Majalengka, Kutai Kartanegara, Palembang, dan Malang.

Ilustrasi. Deputi Infrastruktur Bekraf Hari Santosa Sungkari (keempat dari kiri) menyampaikan, keempat daerah yang terpilih punya potensi besar dalam mendorong industri ekonomi kreatif.
Bekraf
Ilustrasi. Deputi Infrastruktur Bekraf Hari Santosa Sungkari (keempat dari kiri) menyampaikan, keempat daerah yang terpilih punya potensi besar dalam mendorong industri ekonomi kreatif.

Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf) menggelar program penilaian mandiri kabupaten/kota kreatif di Indonesia. Bekraf pun memilih empat dari 10 daerah yang akan dikembangkan bisnis ekonomi kreatifnya.

Keempat daerah kreatif tersebut adalah Kabupaten Majalengka, Kabupaten Kutai Kartanegara, Kota Palembang, dan Kota Malang. Deputi Infrastruktur Bekraf Hari Santosa Sungkari menyampaikan, keempat daerah punya potensi besar dalam mendorong industri ekonomi kreatif.

Penilaian itu ditinjau dari beberapa faktor. "Empat daerah ini paling lengkap perencanaan strategisnya. Mereka punya peta jalan, kolaborasi ABCG yakni Academic, Business, Community, Government, paling maju," kata dia kepada Katadata.co.id, Senin (24/6).

(Baca: 10 Daerah Kreatif Versi Bekraf, Tak Hanya Bali dan Jawa)

Karena itu, keempat daerah ini dipilih Bekraf untuk diberi pendampingan dalam mengembangkan industri ekonomi kreatif. Fasilitas dari Bekraf ini bakal berjalan selama enam bulan. Nantinya, penilaian terhadap komitmen keempat Pemerintah Daerah (Pemda) ini menjadi penentu terkait pembaruan klasifikasi daerah paling kreatif.

Bekraf akan meninjau perkembangan ekonomi kreatif di keempat daerah ini dari sisi Produk Domestik Bruto (PDB), tenaga kerja, dan ekspor produk. Karena itu, tiap-tiap daerah harus menjalankan perencanaan jangka pendek yang sudah dibuat hingga akhir tahun ini.

(Baca: Kolaborasi dengan Pemprov DKI, Go-Tix Promosikan Wisata Jakarta)

Hari menjelaskan, setiap daerah punya potensi di bidang ekonomi kreatif yang berbeda. Malang misalnya, berpeluang mengembangkan aplikasi dan gim online. Lalu Kutai Kartanegara dan Majalengka punya potensi di bidang seni pertunjukan. Kemudian Palembang fokus di kuliner.

Berkaca dari keberagaman potensi ekonomi kreatif tersebut, Bekraf mengembangkan program mandiri ini. Hal ini bertujuan untuk memotivasi setiap Pemda untuk mewujudkan ekosistem ekonomi kreatif di wilayahnya. "Kami monitor. Kalau tidak berhasil, kami anggap (wilayah) itu bukan sebagai yang termaju lagi," kata dia.

(Baca: Bekraf Buka Pendaftaran Program Persiapan Startup BEKUP di Tiga Kota)

Program Penilaian Mandiri Kabupaten/Kota Kreatif Indonesia ini sudah berjalan sejak 2016. Namun, program pendampingan sebagai fasilitas empat daerah baru mulai berjalan tahun ini. Hari mengaku anggaran untuk program pendampingan tidak besar. Namun, ia enggan merinci besaran anggarannya. Yang jelas, enam kedeputian Bekraf berkomitmen mengembangkan ekonomi kreatif di tiap daerah.

Bekraf memberikan gelar daerah kreatif melalui penilaian ekosistem subsektor ekonomi kreatif di daerah. Sepuluh daerah yang mendapatkan gelar krettif adalah Majalengka, Malang, Kutai Kartanegara, Palembang, Rembang, Surakarta, Semarang, Gianyar, Denpasar, dan Balikpapan. Hal ini tertuang dalam Keputusan Kepala Bekraf Nomor 83 Tahun 2019.

(Baca: Tahun Depan Anggaran Bekraf Bakal Naik 30%)

Reporter: Michael Reily

Anda Belum Menyetujui Syarat & Ketentuan
Email sudah ada dalam sistem kami, silakan coba dengan email yang lainnya.
Alamat email Anda telah terdaftar
Terimakasih Anda Telah Subscribe Newsletter KATADATA
Maaf Telah terjadi kesalahan pada sistem kami. Silahkan coba beberapa saat lagi
Silahkan mengisi alamat email
Silahkan mengisi alamat email dengan benar
Masukkan kode pengaman dengan benar
Silahkan mengisi captcha

VIDEO PILIHAN