Proyek Tol Cisumdawu Masih Terkendala Pembebasan Lahan

Penulis: Fariha Sulmaihati

Editor: Sorta Tobing

1/7/2019, 15.18 WIB

Saat ini ada enam seksi jalan tol Cileunyi-Sumedang-Dawuan (Cisumdawu) yang belum 100% pembebasan lahannya.

jalan tol cisumdawu
ANTARA FOTO/Puspa Perwitasari
Ilustrasi. Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) menyatakan pembangunan proyek jalan tol Cileunyi-Sumedang-Dawuan (Cisumdawu) masih terkendala pembebasan lahan.

Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) menyatakan pembangunan proyek jalan tol Cileunyi-Sumedang-Dawuan (Cisumdawu) masih terkendala pembebasan lahan. Hingga saat ini ada enam seksi jalan tol yang belum 100% pembebasan lahannya.

Untuk pembahasan lahan seksi satu baru mencapai 70,14%, seksi dua fase II 93%, seksi tiga 99,74%, seksi empat 9,75%, seksi lima 0%, seksi enam 75,26%.

Anggota BPJT Agita Widjajanto menjelaskan Lembaga Manajemen Aset Negara (LMAN) belum mengembalikan dana talangan tanah masyarakat untuk pembangunan proyek jalan tol tersebut. Sehingga tanah yang baru akan dibebaskan juga jadi terhambat.

"LMAN belum mengembalikan dana talangan tanah. Jadi proses pembayaran tanah selanjutnya terlambat, juga ada beberapa hal yang tidak bisa diganti LMAN," kata dia, kepada Katadata.co.id, Senin (1/7).

(Baca: Tol Cisumdawu Bisa Mulai Dijajal Saat Mudik Lebaran 2019)

Sedangkan, jalan Tol Cisumdawu seksi satu ditargetkan bisa beroperasi pada September 2020, seksi satu yang terbentang dari Cileunyi-Ranca Kalong saat ini progresnya 25,43%. Untuk seksi dua fase II ditargetkan bisa beroperasi pada September 2019, jalan tol dari Ciherang-Sumedang progresnya 88,62%.

Sementara itu, untuk seksi tiga ditargetkan beroperasi pada September 2019, saat ini progres seksi tiga yang terbentang dari Sumedang-Cimalaka mencapai 72,22%. Sedangkan untuk seksi empat hingga seksi enam ditargetkan beroperasi pada Desember 2020, hingga kini belum ada progres konstruksi.

Adapun seksi satu dan dua dikerjakan oleh Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) sebagai bagian dari dana dukungan tunai infrastruktur atau viability gap fund (VGF) guna melayakkan investasi tol tersebut.

Untuk empat seksi dikerjakan oleh Badan Usaha Jalan Tol (BUJT) melalui PT Citra Karya Jabar Tol dengan nilai investasi Rp 8,41 triliun.

Beroperasinya tol Cisumdawu ini diharapkan akan memperlancar konektivitas antara Jawa Barat bagian selatan menuju utara karena menghubungkan dua tol yang telah beroperasi yakni tol Purwakarta-Bandung-Cileunyi (Purbaleunyi) dengan jalan tol Cikopo-Palimanan (Cipali). Selain itu, juga menjadi akses alternatif masyarakat yang ingin menuju atau dari Bandara Internasional Jawa Barat (BIJB), Kertajati, Majalengka.

(Baca: Tol Cisumdawu Seksi 1 dan 2 Ditargetkan Rampung September 2019)

Reporter: Fariha Sulmaihati

Anda Belum Menyetujui Syarat & Ketentuan
Email sudah ada dalam sistem kami, silakan coba dengan email yang lainnya.
Alamat email Anda telah terdaftar
Terimakasih Anda Telah Subscribe Newsletter KATADATA
Maaf Telah terjadi kesalahan pada sistem kami. Silahkan coba beberapa saat lagi
Silahkan mengisi alamat email
Silahkan mengisi alamat email dengan benar
Masukkan kode pengaman dengan benar
Silahkan mengisi captcha

Video Pilihan