Teknologi Dorong Peningkatan Kualitas Bisnis Penginapan

Penulis: Michael Reily

Editor: Ratna Iskana

3/7/2019, 17.37 WIB

Penggunaan informasi dan teknologi juga mampu meningkatkan standar kompetensi tenaga kerja. Seperti Airy yang membangun teknologi dan sistem bagi pekerja.

Airy, bisnis penginapan
Katadata
Diskusi Katadata Forum: Memajukan Perhotelan di Era Digital untuk Pemberdayaan Ekonomi Daerah bekerja sama dengan Airy di Balai Kartini, Jakarta, Rabu (3/7).

Penggunaan informasi dan teknologi mampu meningkatkan standar kompetensi tenaga kerja. Chief Executive Officer (CEO) Airy, Danny Handoko, menyampaikan penggunaan sistem teknologi terbukti membantu perusahaannya dalam mengelola 5.270 mitra pegawai dari sekitar 1.000 ruangan yang bekerja sama.

Danny menyebutkan penerapan standardisasi hotel dan penginapan bakal meningkatkan kualitas sumber daya manusia. "Kami tak henti inovasi untuk karyawan," kata Danny dalam acara Katadata Forum dan Airy di Balai Kartini, Jakarta, Rabu (3/7).

Deputy Head of Research & Analysis Katadata.co.id Stevanny Limuria mengungkapkan sektor pariwisata terus bertumbuh seiring perkembangan teknologi. Dia menyebut, Airy bisa menjadi solusi terhadap hotel anggaran rendah serta peningkatan kemampuan tenaga kerja.

(Baca: Kemnaker Fasilitasi Inkubasi Bisnis Tenant Bagi Startup)

Apalagi, akomodasi merupakan komponen penting dalam pariwisata. Indonesia juga salah satu dari 10 negara dengan pertumbuhan kinerja pariwisata tertinggi di dunia berdasarkan World Travel and Tourism Council (2019).

Stevanny menyebutkan program peningkatan kemampuan Airy mampu memberdayakan dan meningkatkan tenaga kerja. "Keberadaan Airy dapat menekan tingkat pengangguran di Indonesia," ujarnya.

Di tempat yang sama, Sekretaris Jenderal Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) Khairul Anwar menyatakan arah kebijakan dan prioritas pembangunan pemerintah saat ini adalah peningkatan kemampuan sumber daya manusia. Apalagi jumlah pengangguran di Indonesia masih cukup besar, mencapai 6,9 juta orang dari angkatan kerja sebesar 129 juta orang.

Khairul menyatakan, tenaga kerja perlu dapat perhatian dari pemerintah. "Peran pemerintah membantu percepatan kemajuan sumber daya manusia," kata Khairul.

Kemnaker memiliki tiga fokus utama dalam mendorong kualitas tenaga kerja. Fokus pertama adalah kebijakan orientasi program, pelatihan, dan pendidikan sesuai pasar kerja.

(Baca: Kemnaker Ajak LPKS Tingkatkan Kualitas Pelatihan Kerja)

Kedua, revitalisasi lembaga pelatihan untuk kepastian krebilitas. Terakhir, promosi kesadaran kebutuhan tenaga kerja terhadap pelatihan dan pendidikan.

Kemnaker juga menggandeng perusahaan swasta untuk menetapkan standar kompetensi formal. Sehingga, ada standar baku dalam program pelatihan dan pendidikan yang sejalan antara pemerintah dan dunia usaha.

Selain itu, Kemnaker juga menyiapkan sistem informasi supaya pencari kerja bisa memiliki kemudahan akses fasilitas. "Tugas kami mempertemukan permintaan dan persediaan pekerjaan, sehingga perusahaan harus lapor ketenagakerjaan," ujar Khairul.

Reporter: Michael Reily

Anda Belum Menyetujui Syarat & Ketentuan
Email sudah ada dalam sistem kami, silakan coba dengan email yang lainnya.
Alamat email Anda telah terdaftar
Terimakasih Anda Telah Subscribe Newsletter KATADATA
Maaf Telah terjadi kesalahan pada sistem kami. Silahkan coba beberapa saat lagi
Silahkan mengisi alamat email
Silahkan mengisi alamat email dengan benar
Masukkan kode pengaman dengan benar
Silahkan mengisi captcha

Video Pilihan