Rupiah Dibuka Melemah, Tertekan Penguatan Data Tenaga Kerja AS

Penulis: Sorta Tobing

8/7/2019, 10.02 WIB

Pelemahan rupiah terhadap dolar AS seiring dengan turunnya sejumlah mata uang regional Asia Pasifik lainnya.

rupiah ke dolar, nilai tukar rupiah hari ini
Donang Wahyu|KATADATA
Nilai tukar rupiah pada transaksi antarbank awal pekan ini, Senin (8/7), dibuka melemah 66 poin atau 0,47 persen menjadi Rp 14.149 per dolar AS.

Nilai tukar rupiah pada transaksi antarbank awal pekan ini, Senin (8/7), dibuka melemah 66 poin atau 0,47 persen menjadi Rp 14.149 per dolar AS. Pelemahan terjadi seiring dengan turunnya sejumlah mata uang regional Asia Pasifik lainnya.

Di perdagangan pasar spot, menurut data Bloomberg sampai dengan pukul 09.15 WIB, yen Jepang melemah 0,01% terhadap dolar AS, dan won Korea turun 0.64%. Peso Filipina melemah 0,23%, ringgit Malaysia juga turun 0,21%, dan dolar Singapura melemah 0,7%.

Dolar AS menguat setelah rilis data tenaga kerja di sana menunjukkan penguatan pada Juni kemarin. Hal itu menjadi indikasi bank sentral AS, The Fed, tidak akan secara agresif menurunkan suku bunga pada bulan ini.  

Data nonfarm payrolls, daftar gaji para pekerja yang menyumbang 80% pendapatan domestik bruto (PDB) di AS, menunjukkan penguatan. Angkanya mencapai 224 ribu lapangan pekerjaan, lebih tinggi dari konsensus para ekonom sebelumnya yang hanya 160 ribu lapangan pekerjaan.

(Baca: BI: Suku Bunga AS Berpeluang Turun Jika Perang Dagang Berlanjut)

Penguatan itu menghapus kemungkinan The Fed menurunkan suku bunga sebesar 50 basis poin. Namun, kalau terjadi perlambatan pertumbuhan gaji tenaga kerja di sana, maka bank sentral AS kemungkinan memangkas suku bunga 25 basis poin.

Chief Market Strategist Bannockburn Global Forex, Marc Chandler mengatakan, saat ini tidak mungkin meminta The Fed menurunkan suku bunga. Pasalnya, kondisi perekonomian AS masih kuat. “Tidak ada hal mendesak yang perlu dilakukan The Fed dan tentu saja tidak menurunkan (suku bunga) sampai 50%,” kata Chandler, seperti dikutip Reuters.

Indeks dolar AS pada akhir pekan lalu naik 97,443. Angka ini menjadi level tertinggi sejak 19 Juni lalu. Indeks yang mengukur kekuatan greenback terhadap mata uang negara lainnya, pada pagi hari ini berada di level 97,277.

Pelaku pasar saat ini menanti pernyataan Gubernur The Fed Jerome Powell yang akan berbicara di hadapan kongres AS pada Rabu dan Kamis pekan ini.

(Baca: Rupiah dan Mata Uang Asia Melemah Jelang Rilis Data Tenaga Kerja AS)

Anda Belum Menyetujui Syarat & Ketentuan
Email sudah ada dalam sistem kami, silakan coba dengan email yang lainnya.
Alamat email Anda telah terdaftar
Terimakasih Anda Telah Subscribe Newsletter KATADATA
Maaf Telah terjadi kesalahan pada sistem kami. Silahkan coba beberapa saat lagi
Silahkan mengisi alamat email
Silahkan mengisi alamat email dengan benar
Masukkan kode pengaman dengan benar
Silahkan mengisi captcha

Video Pilihan