Tren Baru, Fintech Berlomba Investasi di Perusahaan Multifinance

Penulis: Cindy Mutia Annur

Editor: Yuliawati

8/7/2019, 18.01 WIB

Fintech pinjaman akan fokus berkolaborasi dengan perbankan, multifinance, maupun e-commerce pada 2019.

tren baru fintech investasi di multifinance
Katadata/Cindy Mutia Annur
Asosiasi fintech pendanaan indonesia (AFPI) bersama keempat anggotanya yang baru memperoleh izin usaha dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) usai konferensi pers di kantornya, Jakarta, Kamis (16/5).

Beberapa perusahaan financial technology (fintech) pinjaman berencana untuk berinvestasi di perusahaan pembiayaan (multifinance) pada 2019. Investasi ini diprediksi bakal menjadi tren baru bagi perusahaan fintech di Indonesia.

Seperti PT Finaccel Teknologi Indonesia (Kredivo) yang tengah berencana menjajaki akusisi ke perusahaan multifinance lokal untuk memperoleh lisensi pembiayaan. Adapun, rencana tersebut diperkirakan rampung tahun ini.

Beberapa waktu lalu, CEO dan Co-Founder Kredivo Akshay Garg mengatakan, melalui lisensi perusahaan pembiayaan maka penyaluran pinjaman di Kredivo akan semakin besar. Menurutnya, lisensi tersebut akan lebih stabil karena peraturannya telah dibentuk oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dalam Peraturan OJK (POJK). 

(Baca: LinkAja Segera Masuk Aplikasi Gojek)

Selain Kredivo, Akulaku juga memiliki perusahaan multifinance melalui PT Akulaku Finance Indonesia. Meski demikian, Akulaku juga memiliki bisnis fintech pinjam meminjam atau peer-to-peer (P2P) lending melalui PT Pintar Inovasi Digital.

Investasi fintech di perusahaan pembiayaan tentu berpotensi berkembang, terutama dalam memperluas bisnis perusahaan fintech di Indonesia. Apalagi, aksi korporasi tersebut telah mendapatkan restu dari OJK.

(Baca: Akseleran Salurkan Pinjaman Rp 550 Miliar per Semester I 2019)

Menanggapi hal ini,  Wakil Ketua Umum Asosiasi Fintech Pendanaan Indonesia (AFPI) Sunu Widyatmoko enggan berkomentar saat dimintai tanggapan oleh Katadata

Sebelumnya, Ketua Harian Aftech Kuseryansyah menyampaikan bahwa pertumbuhan penyaluran kredit oleh fintech pinjaman tidak akan setinggi 2018. Sebab, menurutnya fintech pinjaman akan fokus berkolaborasi dengan perbankan, multifinance, maupun e-commerce pada 2019. "Ini akan menjadi motor penggerak fintech pinjaman (di 2019)," kata dia pada Maret lalu.

 

Anda Belum Menyetujui Syarat & Ketentuan
Email sudah ada dalam sistem kami, silakan coba dengan email yang lainnya.
Alamat email Anda telah terdaftar
Terimakasih Anda Telah Subscribe Newsletter KATADATA
Maaf Telah terjadi kesalahan pada sistem kami. Silahkan coba beberapa saat lagi
Silahkan mengisi alamat email
Silahkan mengisi alamat email dengan benar
Masukkan kode pengaman dengan benar
Silahkan mengisi captcha

Video Pilihan