Amnesty International Desak Pengusutan Polisi Pelaku Kekerasan 22 Mei

Penulis: Fahmi Ramadhan

Editor: Yuliawati

9/7/2019, 22.42 WIB

Polisi saat ini masih terus melakukan proses penyelidikan terkait kerusuhan 22-23 Mei.

Polisi Pelaku Kekerasan 22-23 Mei Dihukum
ANTARA FOTO/APRILLIO AKBAR
Petugas mengganti tanaman pascakerusuhan di kawasan Kantor Bawaslu, Jakarta, Kamis (23/5/2019).

Amnesty Internasional melaporkan temuan investigasi mengenai oknum polisi yang melakukan kekerasan saat mengatasi kerusuhan 21-23 Mei di Jakarta kepada Kapolda Metro Jaya Irjen Gatot Eddy Permana.Direktur Eksekutif Amnesty Internasional Usman Hamid mengharapkan polisi bekerja secara profesional dalam menangani kasus tersebut.

"Apabila ada anggota polisi yang melakukan pelanggaran hukum, juga diproses dengan cara yang sama , dengan cara profesional dan terpercaya," kata Usman di Markas Polda Metro Jaya, Jakarta, Selasa, (9/7).

Usman menyampaikan beberapa temuan di antaranya kekerasan yang dilakukan terhadap Andriansyah alias Andri Bibir. Beberapa anggota Brimob juga diduga melakukan kekerasan terhadap beberapa orang yang diduga perusuh di beberapa lokasi seperti di Kampung Bali, Jalan Agus Salim dan Jalan Sabang, Jakarta Pusat.

(Baca: Polisi Ungkap Ciri-Ciri Penembak Korban Tewas saat Kerusuhan 22 Mei)

Dalam kejadian itu diduga terdapat sejumlah anggota Brimob yang melakukan unsur kekerasan terhadap Andriyansyah alias Andri Bibir serta beberapa diduga perusuh lainnya.

Sebelumnya Kepala Biro Penerangan Masyarakat (Karopenmas) Brigjen Dedi Prasetyo menyatakan anggota Brimob melakukan tindakan eksesif karena salah satu komandannya terkena busur beracun.  Busur itu tidak sampai melukai bagian tubuh karena mengenakan baju pengaman.

"Bukan dibiarkan atau membenarkan, tadi Kapolda juga tidak membenarkan dan mengakui ada kekerasan yang eksesif yang dilakukan oleh anggotanya ketika sudah menangkap seseorang yang sudah ditangkap," katanya.

(Baca: Polisi Ungkap Sembilan Tersangka Baru Terkait Kerusuhan 21-22 Mei)

Sementara itu Kepala Bidang Hubungan Masyarakat (Kabid Humas) Polda Metro Jaya Kombes Pol Argo Yuwono menyebut pertemuan Amnesty Internasional guna menyelaraskan hasil temuan dari kedua belah pihak. 

"Agar tidak ada persepsi - persepsi negatif , tetapi ada kesamaan kesamaan yang dapat kami lakukan," ujar Argo.

Argo menyatakan saat ini polisi saat ini masih terus melakukan proses penyelidikan terkait kerusuhan tersebut. Pihaknya masih mendalami bukti-bukti seperti melalui CCTV maupun saksi saksi yang berada dalam kejadian tersebut.

Anda Belum Menyetujui Syarat & Ketentuan
Email sudah ada dalam sistem kami, silakan coba dengan email yang lainnya.
Alamat email Anda telah terdaftar
Terimakasih Anda Telah Subscribe Newsletter KATADATA
Maaf Telah terjadi kesalahan pada sistem kami. Silahkan coba beberapa saat lagi
Silahkan mengisi alamat email
Silahkan mengisi alamat email dengan benar
Masukkan kode pengaman dengan benar
Silahkan mengisi captcha