Pemda Aceh Berharap POD Blok Lhokseumawe Segera Disetujui Menteri ESDM

Penulis: Verda Nano Setiawan

Editor: Ratna Iskana

9/7/2019, 18.54 WIB

Pemda Aceh menargetkan produksi gas Blok Lhokseumawe bisa mengalir sebelum tahun 2023.

bpma, blok lhokseumawe aceh
Pertamina Hulu Energi
Ilustrasi, blok migas lepas pantai. Rencana pengembangan pertama (POD I) Lapangan Peusangan B merupakan POD pertama yang dilaksanakan setelah terbentuk

Pemerintah Daerah Aceh mendukung rencana pengembangan pertama (POD I) Lapangan Peusangan B Blok Lhokseumawe yang dioperasikan oleh Zaratex NV.  Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur Aceh, Nova Iriansyah berharap Badan Pengelola Migas Aceh (BPMA) bisa membantu Zaratex segera mendapatkan persetujuan POD I dari Menteri Energi Sumber Daya Mineral (ESDM). 

Dengan begitu, Zaratex bisa masuk proses Analisis dampak lingkungan (AMDAL) untuk pengembangan Lapangan Peusangan B. Sehingga produksi gas Blok Lhokseumawe bisa mengalir sebelum tahun 2023. 

“Pemerintah Aceh memberikan apresiasi untuk BPMA yang telah mengawal POD Peusangan B. Ini adalah salah satu bentuk dukungan pemerintah terkait investasi di Aceh,” ujar Nova dalam keterangan resmi, Selasa (9/7).

Ke depannya, pengembangan lapangan Peusangan B diharapkan bisa bersinergi dengan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Lhokseumawe sehingga ada efek berganda (multiplier effect) bagi masyarakat. Mulai dari penyerapan tenaga kerja hingga kesempatan bagi kontraktor swasta untuk berinvestasi di Aceh. 

“Lebih cepat lebih baik karena bukan hanya menimbulkan multiplier effect, tetapi psychological effect dan sociopolitical effect. Bahwa Aceh sudah moving forward ke arah yang lebih baik,” ujarnya.

(Baca: Kementerian ESDM Masih Kaji Proposal Pengembangan Blok Lhokseumawe)

Plt. Kepala BPMA Azhari Idris menambahkan, rencana pengembangan Lapangan Peusangan B merupakan POD pertama yang dilaksanakan setelah dibentuknya BPMA pada 2016 lalu. “Proses POD ini dilakukan cukup cepat dibanding beberapa POD offshore lainnya di Indonesia," ujar Azhari.

Rencananya, fasilitas produksi gas Zaratex ini akan berada sekitar 6 kilometer (km) di lepas pantai Lhokseumawe. Pelaksanaan AMDAL akan dilakukan oleh Universitas Syiah Kuala. 

Pemerintah Aceh bersama pihak terkait pun telah melakukan Konsultasi Daerah (Konsulda) untuk membahas POD I Lapangan Peusangan Blok Lhokseumawe di Jakarta, Senin (8/7). Dalam kesempatan tersebut, Perwakilan Zaratex N.V, Nina Marliana mengucapkan terima kasih atas dukungan yang diberikan Pemerintah Aceh dalam pengembangan Lapangan Peusangan B.

“Setelah Menteri setuju, Zaratex akan segera melakukan pengerjaan Amdal,” ujar Nina.

(Baca: BPMA Fokus Cari Cadangan Migas Baru di Aceh)

Reporter: Verda Nano Setiawan

Anda Belum Menyetujui Syarat & Ketentuan
Email sudah ada dalam sistem kami, silakan coba dengan email yang lainnya.
Alamat email Anda telah terdaftar
Terimakasih Anda Telah Subscribe Newsletter KATADATA
Maaf Telah terjadi kesalahan pada sistem kami. Silahkan coba beberapa saat lagi
Silahkan mengisi alamat email
Silahkan mengisi alamat email dengan benar
Masukkan kode pengaman dengan benar
Silahkan mengisi captcha

Video Pilihan