Kaji Formula Koalisi, Tim Jokowi Terbuka untuk Bertemu Gerindra

Penulis: Michael Reily

Editor: Desy Setyowati

19/7/2019, 21.37 WIB

Politisi Gerindra Andre Rosiade menyatakan bahwa Jokowi dan Prabowo berencana mengadakan pertemuan untuk kedua kalinya.

Akan ada pertemuan antara tim Jokowi dan Gerindra untuk membahas formula koalisi.
ANTARA FOTO/WAHYU PUTRO A
Ilustrasi, Presiden Joko Widodo (kanan) berbincang dengan Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto (kedua kanan) di dalam gerbong kereta MRT di Jakarta, Sabtu (13/7/2019). Akan ada pertemuan antara tim Jokowi dan Gerindra untuk membahas formula koalisi.

Wakil Ketua Tim Kampanye Nasional Joko Widodo (Jokowi)-Ma'ruf Amin, Moeldoko mengatakan akan ada pertemuan lanjutan antara timnya dengan Partai Gerindra. Koalisi menjadi salah satu bahasan utama.

Hanya, Moeldoko belum mau menyebutkan kapan pertemuan bakal dilakukan. "Pasti ada kelanjutan untuk mencari formula yang pas di dalam koalisi," kata dia di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Jumat (19/7).

Sebelumnya, Politisi Gerindra Andre Rosiade mengatakan belum ada pembicaraan terkait rencana koalisi dengan partai pengusung Presiden dan Wakil Presiden terpilih 2019-2024, Jokowi-Ma’ruf. Walaupun, Ketua Umum Gerindra Prabowo Subianto memang sudah bertemu Jokowi akhir pekan lalu (13/7).

(Baca: Amien Rais Ungkap Syarat Politik Prabowo Bila Berkoalisi dengan Jokowi)

Menurut Andre, pertemuan tersebut merupakan upaya kedua pihak menyatukan masyarakat. Sedangkan pembahasan mengenai koalisi maupun pembagian kursi di kabinet belum dilakukan.

"Tidak ada pembicaraan sama sekali soal koalisi. Dua negarawan bertemu dengan niat baik agar Indonesia menjadi guyub, agar polarisasi antar-pendukung bisa menurun," kata Andre kepada Katadata.co.id melalui sambungan telepon, Minggu (14/7).

Namun, Andre mengakui bahwa Jokowi dan Prabowo berencana mengadakan pertemuan untuk kedua kalinya. Perjumpaan itu juga terkait komitmen keduanya dalam memberikan teladan kepada masyarakat Indonesia. Meski begitu, dia tidak menyebutkan detail mengenai waktu dan lokasinya. "Kan tidak mungkin sekali bertemu tensi (politik) langsung turun. Harus terus (melakukan pertemuan)," katanya.

(Baca: TKN Batasi Satu Parpol Eks Kubu Prabowo Gabung dengan Koalisi Jokowi)

Direktur Eksekutif Charta Politika Indonesia Yunarto Wijaya sebelumnya mengungkapkan pertemuan Jokowi dan Prabowo harus dimaknai sebagai simbol pembawa konsep perdamaian. Hal ini sekaligus mengakhiri konflik yang terjadi selama pemilihan presiden atau Pilpres 2019.

"Bisa dimaknai sebagai simbol rekonsiliasi semata. Istilah cebong - kampret dan sebagainya bisa selesai," kata Yunarto kepada Katadata.co.id, Sabtu (13/7).

Meskipun sudah terjadi rekonsiliasi, masih terlalu dini menyimpulkan pertemuan tersebut sebagai rencana koalisi antar elit politik. "Kalau dimaknai dengan koalisi, ini sangat jauh. Ikatan koalisi kan jatah menteri, kemudian penerimaan pendukung-pendukung partai yang lainnya," katanya. 

(Baca: Usai Jokowi-Prabowo Bertemu, Gerindra Mengaku Belum Bahas soal Koalisi)

Reporter: Michael Reily

Anda Belum Menyetujui Syarat & Ketentuan
Email sudah ada dalam sistem kami, silakan coba dengan email yang lainnya.
Alamat email Anda telah terdaftar
Terimakasih Anda Telah Subscribe Newsletter KATADATA
Maaf Telah terjadi kesalahan pada sistem kami. Silahkan coba beberapa saat lagi
Silahkan mengisi alamat email
Silahkan mengisi alamat email dengan benar
Masukkan kode pengaman dengan benar
Silahkan mengisi captcha

VIDEO PILIHAN