Periset Katadata Raih Beasiswa Literasi Digital dari Kedubes Australia

Penulis: Hari Widowati

7/8/2019, 19.48 WIB

Arie Mega Prastiwi ingin mengajarkan literasi digital kepada perempuan dan remaja putri agar tidak mudah terpapar hoaks.

Lead Researcher Katadata, Arie Mega Prastiwi, menjadi salah satu dari 25 penerima Australia Awards Democratic Digital and Media Literacy Short Course 2019.
KATADATA/ARIE MEGA
Lead Researcher Katadata, Arie Mega Prastiwi, menjadi salah satu dari 25 penerima Australia Awards Democratic Digital and Media Literacy Short Course 2019.

Kedutaan Besar Australia menyelenggarakan Australia Awards Democratic Digital and Media Literacy Short Course 2019 untuk mempromosikan pluralisme dan nilai toleransi. Lead Researcher Katadata, Arie Mega Prastiwi, terpilih menjadi salah satu dari 25 penerima beasiswa tersebut.

Menurut keterangan dari laman Australia Awards, beasiswa berupa kursus singkat ini ditujukan untuk para pembuat kebijakan, jurnalis, pemimpin muda, dan pemimpin organisasi keagamaan. Lewat kursus ini para peserta diharapkan dapat bekerja sama meningkatkan literasi digital, mengurangi ketegangan antarkelompok, dan meningkatkan toleransi di platform media digital maupun media sosial. Kursus singkat tersebut akan berlangsung pada 23 September-4 Oktober 2019.

(Baca: Kedubes Australia Gelar Festival Sinema Australia-Indonesia 2019)

Proyek Literasi Digital untuk Masyarakat

Arie dalam proposalnya memilih topik mengenai perempuan dan hoaks (kabar bohong). "Ada penelitian dan survei yang menyebutkan perempuan maupun ibu-ibu mudah terpapar dan menyebarkan hoaks," kata Arie.

Padahal, seorang ibu menjadi pilar utama pendidikan di tengah keluarga. "Jika perempuan mudah terpapar hoaks, bagaimana ia akan mendidik anak-anak dan keluarganya?" ujarnya. Lewat proyek tersebut, Arie ingin mengajarkan literasi digital kepada perempuan dan remaja putri agar tidak mudah terpapar hoaks.

(Baca: Beasiswa LPDP untuk Program Magister dan Doktoral Kembali Dibuka)

Selain soal gender, dalam proyeknya Arie ingin mengumpulkan hasil dari proyek-proyek para penerima beasiswa tersebut dalam suatu wadah. "Saya ingin mengamplifikasi proyek-proyek dari para penerima beasiswa sehingga literasi digital bisa menjangkau seluruh lapisan masyarakat," tuturnya.

Masing-masing penerima beasiswa tersebut memiliki benang merah dalam proyek yang diangkat, yakni literasi digital. Oleh karena itu, isu utama ini dinilai akan memiliki dampak yang lebih besar bagi masyarakat jika tidak terpisah-pisah atau berdiri sendiri. 

(Baca: Kemenkominfo Tawarkan Beasiswa Untuk 20 Ribu Digital Talent)

 

Anda Belum Menyetujui Syarat & Ketentuan
Email sudah ada dalam sistem kami, silakan coba dengan email yang lainnya.
Alamat email Anda telah terdaftar
Terimakasih Anda Telah Subscribe Newsletter KATADATA
Maaf Telah terjadi kesalahan pada sistem kami. Silahkan coba beberapa saat lagi
Silahkan mengisi alamat email
Silahkan mengisi alamat email dengan benar
Masukkan kode pengaman dengan benar
Silahkan mengisi captcha

Video Pilihan