Serap Minyak Domestik, Pertamina Tekan Impor 35% Hingga Agustus

Penulis: Verda Nano Setiawan

Editor: Ratna Iskana

13/8/2019, 13.24 WIB

Dengan serapan minyak domestik tersebut, Pertamina mengklaim mampu menekan impor minyak mentah sampai 35%.

pertamina
Ajeng Dinar Ulfiana | KATADATA
Ilustrasi, gedung Pertamina di kawasan Jakarta Pusat (09/08). Pertamina meningkatkan penyerapan minyak mentah domestik mencapai 123,6 ribu BCD hingga Agustus 2019.

Pertamina terus membeli minyak mentah dan kondensat dari kontraktor migas dalam negeri demi menekan impor minyak. Hingga Agustus 2019, penyerapan minyak mentah domestik oleh Pertamina mencapai 123,6 ribu barel minyak mentah per hari (BCD) yang berasal dari 39 kontraktor migas.

Angka tersebut naik dari penyerapan minyak domestik semester I 2019 sebesar 116,9 ribu BCD dari 37 kontraktor yang beroperasi di Indonesia. “Dari total volume tersebut, kami mengoptimalkan pasokannya sesuai dengan kebutuhan, jenis dan volume, serta kesepakatan bisnis yang dicapai,” ujar Vice President Corporate Communication Pertamina Fajriyah Usman dalam keterangan tertulis, Selasa (13/8).

Dengan adanya penyerapan tersebut, Pertamina bisa menurunkan impor minyak mentah. Dengan upaya ini Pertamina telah menekan impor minyak mentah sampai 35% jika dibandingkan dengan tahun sebelumnya yang mencapai 339 ribu barel per hari (BPD).

(Baca: Keuangan Tertekan Impor Minyak, Pertamina Memacu Energi Terbarukan)

Pada periode Januari-Juni 2019, impor minyak mentah Pertamina tercatat sebesar 220 ribu BPD. Maka komposisi impor dibandingkan lifting domestik yang sebesar 681 ribu BPD mencapai sekitar 25% banding 75%. "Kondisi ini membaik dibandingkan tahun 2018 dimana perbandingannya impor sebesar 37% atau 339 ribu BPD dan domestik sebesar 63% atau 571 ribu BPD,” ujar Fajriyah.

Selain menekan impor minyak mentah, Pertamina juga mampu menekan impor produk BBM seperti Avtur dan Solar. Sejak Mei 2019, Pertamina bisa memenuhi kebutuhan Avtur dan Solar dalam negeri dari produksi kilang-kilang sendiri.

“Produksi Avtur dari Kilang Cilacap kini sudah diekspor ke luar negeri karena kebutuhan Avtur domestik semua sudah terpenuhi,” ujar Fajriyah.

(Baca: Impor Migas Semester I Turun 22,5%, Kontributor Terbesar Minyak Mentah)

Reporter: Verda Nano Setiawan

Anda Belum Menyetujui Syarat & Ketentuan
Email sudah ada dalam sistem kami, silakan coba dengan email yang lainnya.
Alamat email Anda telah terdaftar
Terimakasih Anda Telah Subscribe Newsletter KATADATA
Maaf Telah terjadi kesalahan pada sistem kami. Silahkan coba beberapa saat lagi
Silahkan mengisi alamat email
Silahkan mengisi alamat email dengan benar
Masukkan kode pengaman dengan benar
Silahkan mengisi captcha

VIDEO PILIHAN