Laba CIMB Niaga Tumbuh 11,8%, Rasio Kredit Seret Susut ke Bawah 3%

Penulis: Fariha Sulmaihati

Editor: Martha Ruth Thertina

16/8/2019, 00.10 WIB

Bank masih hati-hati dalam menyalurkan kredit. Pertumbuhan kredit hanya 2,6%, jauh di bawah industri 9,9%.

CIMB Niaga, CIMB Niaga Syariah, Kinerja CIMB Niaga
Arief Kamaludin|KATADATA
Bank mencatatkan laba bersih konsolidasi Rp 1,98 triliun pada semester I 2019.

Bank CIMB Niaga membukukan kinerja positif pada semester I 2019. Bank mencatat laba bersih konsolidasi Rp 1,98 triliun, naik 11,8% dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Di sisi lain, biaya pencadangan kredit turun 2% seiring menyusutnya rasio kredit bermasalah.

"Dalam situasi perekonomian dan pasar yang masih menantang, kami berhasil menurunkan biaya pencadangan dan meningkatkan laba bersih," ujar Presiden Direktur CIMB Niaga Tigor M. Siahaan dalam keterangan pers, Kamis (15/8).

Pertumbuhan laba ditopang oleh pendapatan bunga bersih yang mencapai Rp 6,32 triliun, naik 14,9% dibandingkan periode sama tahun lalu. Pendapatan bunga bersih mampu melaju seiring margin bunga bersih yang menebal dari 5,09% per akhir Juni tahun lalu, menjadi 5,41% per akhir Juni tahun ini. Meskipun, penyaluran kredit belum terlalu agresif.

(Baca: Mayoritas Laba Bersih Bank BUMN Tumbuh di Bawah 10%)

Posisi kredit tercatat sebesar Rp 190,5 triliun pada akhir Juni 2019, hanya tumbuh 2,6% dibandingkan posisi sama tahun lalu. Ini jauh di bawah pertumbuhan industri yang sebesar 9,9%. Pertumbuhan paling banyak disumbang kredit pemilikan rumah, kartu Kredit, dan kredit Usaha Kecil dan Menengah, yaitu masing-masing 13,5%, 10%, dan 4,1%. Sedangkan kredit korporasi tumbuh 2,1%.

"Kami akan terus mengedepankan prinsip kehati-hatian terkait pertumbuhan kredit, dengan tetap memperhatikan kualitas aset," ujarnya. Di sisi lain, dana pihak ketiga tercatat sebesar Rp 197,85 triliun dengan porsi dana murah sebesar 53,9%.

Seiring langkah hati-hati Bank, rasio kredit bermasalah tercatat turun dari 3,39% per akhir Juni tahun lalu, menjadi 2,87% per akhir Juni tahun ini. Adapun Loan Loss Coverage (LLC) dinilai masih berada di level yang aman yaitu sebesar 101,2%. rasio kecukupan modal CIMB Niaga tetap tebal sebesar 20,59%.

(Baca: CIMB Niaga Syariah Targetkan Pisah dari Induk Awal 2023)

Secara khusus, untuk segmen perbankan syariah, total pembiayaan Unit Usaha Syariah CIMB Niaga mencapai Rp 27,96 trilun atau tumbuh 31,6% dibandingkan periode sama tahun lalu, dan dana pihak ketiga sebesar Rp 27,17 triliun atau naik 37,6%.

Anda Belum Menyetujui Syarat & Ketentuan
Email sudah ada dalam sistem kami, silakan coba dengan email yang lainnya.
Alamat email Anda telah terdaftar
Terimakasih Anda Telah Subscribe Newsletter KATADATA
Maaf Telah terjadi kesalahan pada sistem kami. Silahkan coba beberapa saat lagi
Silahkan mengisi alamat email
Silahkan mengisi alamat email dengan benar
Masukkan kode pengaman dengan benar
Silahkan mengisi captcha

Video Pilihan