Bank Mandiri Siap Jual 20% Saham Mandiri AXA General Insurance di 2020

Penulis: Ihya Ulum Aldin

Editor: Happy Fajrian

19/8/2019, 13.32 WIB

Bank Mandiri tengah menjajaki proses penjualan saham AXA Mandiri General Insurance dengan investor potensial.

bank mandiri, mandiri axa, asuransi
Arief Kamaludin|KATADATA
Bank Mandiri akan sepenuhnya melepas saham miliknya di Mandiri AXA General Insurance (MAGI) tahun depan.

PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI) menyatakan bakal melepas 20% saham miliknya di PT Mandiri AXA General Insurance (MAGI). Rencananya, mereka akan melepas sahamnya tersebut tahun depan kepada investor strategis.

"Mungkin tahun depan, sedang dalam proses (bertemu dengan investor strategis) yang belum bisa kami sebut namanya," kata Direktur Bisnis dan Jaringan Bank Mandiri Hery Gunardi di Gedung Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Senin (19/8).

Ada pun, pelepasan 20% saham milik bank pelat merah tersebut sebenanrnya sudah dilakukan secara bertahap sejak lama. Sebelumnya, Bank Mandiri memiliki saham MAGI sebesar 60% dan dibeli oleh AXA sebesar 40%.

Namun, sisa 20% saham milik Mandiri, tidak bisa dibeli lagi oleh AXA karena perusahaan asing hanya diperbolehkan menguasai maksimal 80% saham di perusahaan asuransi di Tanah Air.

(Baca: Mayoritas Laba Bersih Bank BUMN Tumbuh di Bawah 10%)

Seperti diketahui, selain memiliki MAGI, Bank Mandiri saat ini juga memiliki perusahaan asuransi lainnya yaitu AXA Mandiri Financial Services yang bergerak di bidang asuransi jiwa dengan kepemilikan 51%, sedangkan 49% milik AXA. "Itu tidak ada masalah," kata Hery.

Menurutnya, dengan melepas MAGI pun sebenarnya tidak masalah dengan bisnis asuransi Bank Mandiri ke depan karena mereka masih bisa memasarkan asuransi bancansurance. "Kalau dilihat, tidak harus punya perusahaan asuransi kan? Kami terima fee (dari bancansurance) saja," katanya.

Pada kesempatan yang sama, Investor Relation Bank Mandiri Yohan Setio mengatakan, Bank Mandiri terus memantau kinerja perusahaan anak. Sehingga, jika ada yang perlu kurangi porsi sahamnya, maka perusahaan akan mengurangi porsi saham untuk dipindahkan ke anak usaha yang memiliki potensi besar. "Sinergi dengan Mandiri dan lebih besar dampaknya ke kami," katanya.

(Baca: Listrik Mati, ATM BCA dan Bank Mandiri Beroperasi Normal)

Senior Vice President Finance Startegy Bank Mandiri Elmamber Sinaga menegaskan, per Juni 2019 MAGI masih membukan profit. Walaupun secara return on equity (ROE)-nya memang jauh di bawah ROE Bank Mandiri.

"ROE kami di atas 12% sementara ROE MAGI sekitar 2%. Dengan pertimbangan itu, kami mau mengoptimalkan yang terbaik untuk shareholder kami," kata Elmamber.

Reporter: Ihya Ulum Aldin

Anda Belum Menyetujui Syarat & Ketentuan
Email sudah ada dalam sistem kami, silakan coba dengan email yang lainnya.
Alamat email Anda telah terdaftar
Terimakasih Anda Telah Subscribe Newsletter KATADATA
Maaf Telah terjadi kesalahan pada sistem kami. Silahkan coba beberapa saat lagi
Silahkan mengisi alamat email
Silahkan mengisi alamat email dengan benar
Masukkan kode pengaman dengan benar
Silahkan mengisi captcha

VIDEO PILIHAN