PTPP Minat Akuisisi Mayoritas Saham Anak Usaha Krakatau Steel

Penulis: Ihya Ulum Aldin

Editor: Agustiyanti

20/8/2019, 18.57 WIB

PT PP menegaskan rencana akuisisi anak usaha Krakatau Steel murni bisnis, bukan untuk menolong BUMN baja tersebut.

krakatau steel
Arief Kamaludin | Katadata
Ilustrasi. PT Krakatau Steel akan melepas sebagian sahamnya pada anak usahanya, PT Krakatau Tirta Industri (KTI)

PT PP (Persero) Tbk (PTPP) berencana mengakuisisi PT  Krakatau Tirta Industri (KTI), anak usaha PT Krakatau Steel (Persero) Tbk (KRAS) yang bergerak di bidang sistem penyediaan air minum (SPAM). BUMN di sektor jasa konstruksi ini berharap dapat menggenggam mayoritas saham KTI.

Direktur Utama PP Lukman Hidayat mengatakan, keputusan untuk mengakusisi KTI bakal diumumkan bulan depan. Namun, hingga kini pihaknya belum menetapkan persentase saham yang akan diakuisisi perseroan.

"Kami lagi bicara, soalnya belum ketemu persentase yang mau kami ambil berapa," katanya di Gedung BEI, Jakarta, Selasa (20/8).

Pada kesempatan yang sama, Direktur Keuangan & Manajemen Risiko PP Agus Purbianto menjelaskan PT PP dan Krakatau Steel sudah sepakat untuk melakukan aksi jual beli saham KTI. Namun, ia mengaku belum adanya kesepakatan terkait persentase saham yang diakuisisi lantaran kedua belah pihak ingin menjadi pemegang saham mayoritas.

"Yang namanya investasi yang tidak memberikan feeding (kontrak) harus myoritas, supaya value added di buku saya ada," terang dia.

(Baca: Meski Ekspor Baja Naik Hampir 300%, Krakatau Steel Terus Merugi)

Adapun saat ini, menurut dia, pembahasan akuisisi ini sudah berada dalam tahap valuasi saham. Ia menilai KTI memiliki captive market yang bagus dan mampu membukukan keuntungan dari sisi operasional.

Ia pun menegaskan, langkah akusisi ini bukan bertujuan menolong Krakatau Steel yang tengah mengalami kesulitan bisnis, melainkan murni terkait bisnis.

PTPP, lanjut dia, ingin memperbesar bisnis di industri SPAM lantaran industri tersebut merupakan hajat hidup orang banyak. "Air bersih itu barang mahal," terang dia. 

(Baca: PTPP dan Macika Mineral Kerja Sama Bangun Smelter di Sulteng)

Pada semester I 2019,  PTPP mencatatkan penurunan laba bersih sebesar 24% dari Rp 479,7 miliar pada Semester I 2018 menjadi Rp 363,3 miliar.  Padahal, dalam laporan keuangan yang dirilis pada Rabu (31/7), tercatat pendapatan usaha PTPP naik 12,7% secara tahunan  menjadi Rp 10,7 triliun.

Namun, seiring dengan kenaikan pendapatan usaha, beban pokok pendapatan juga naik 15% menjadi Rp 9,2 triliun sehingga laba kotor perusahaan stagnan di angka Rp 1,46 triliun. 

Pada periode enam bulan pertama tahun ini, PTPP dibebani oleh penurunan nilai persediaan senilai Rp 16,5 miliar.  Selain itu, tercatat adanya penurunan laba dari ventura bersama sebesar 52% dari Rp 71 miliar menjadi Rp 34 miliar. Laba entitas asosiasi juga turun hingga 81% menjadi Rp 248 juta.

Reporter: Ihya Ulum Aldin

Anda Belum Menyetujui Syarat & Ketentuan
Email sudah ada dalam sistem kami, silakan coba dengan email yang lainnya.
Alamat email Anda telah terdaftar
Terimakasih Anda Telah Subscribe Newsletter KATADATA
Maaf Telah terjadi kesalahan pada sistem kami. Silahkan coba beberapa saat lagi
Silahkan mengisi alamat email
Silahkan mengisi alamat email dengan benar
Masukkan kode pengaman dengan benar
Silahkan mengisi captcha

VIDEO PILIHAN