Saingi Gojek, Grab Investasi Rp 7,2 triliun di Vietnam Selama 5 Tahun

Penulis: Michael Reily

Editor: Desy Setyowati

29/8/2019, 11.08 WIB

Grab akan mengidentifikasi peluang baru terkait bisnis solusi mobilitas, fintech, dan logistik di Vietnam.

Grab akan investasi US$ 500 juta atau sekitar Rp 7,2 triliun di Vietnam.
Ajeng Dinar Ulfiana | KATADATA
Ilustrasi, driver Grab di kawasan Pinang Ranti, Jakarta TImur (9/4). Grab akan investasi US$ 500 juta atau sekitar Rp 7,2 triliun di Vietnam.

Perusahaan penyedia layanan on-demand, Grab mengatakan akan investasi US$ 500 juta atau sekitar Rp 7,2 triliun di Vietnam selama lima tahun ke depan. Decacorn Tanah Air, Gojek juga beroperasi di negara itu.

Investasi itu rencananya digunakan untuk meluncurkan layanan baru di Vietnam. Selain itu, Grab akan memperluas jaringan transportasi, pesan-antar makanan, dan pembayaran di negara itu.

Decacorn asal Singapura itu juga akan mengidentifikasi peluang baru terkait bisnis solusi mobilitas, teknologi finansial (fintech), dan logistik. “Investasi ini merupakan cerminan dari komitmen kami yang berlipat ganda ke Vietnam,” kata Head of Regional Operations of Grab Russell Cohen dalam keterangan resmi, dikutip dari Kr.Asia, kemarin (28/8).

Ia menyampaikan bahwa perekonomian Vietnam berkembang pesar. Selain itu, populasi mudanya cukup banyak, sehingga dinilai sebagai pasar potensial untuk bisnis berbasis digital.

(Baca: Saingi Gojek, Grab Akan Investasi Ratusan Juta Dolar AS di Vietnam)

Country Head of Grab Vietnam Jerry Lim optimistis investasi itu akan mendorong peningkatan kualitas hidup masyarakat di luar ekosistem perusahaannya. Startup bervaluasi lebih dari US$ 10 miliar ini pun telah bermitra dengan beberapa lembaga keuangan.

Melalui kemitraan itu, menurut Jerry, perusahaannya dapat memberikan layanan pinjaman bagi Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM). Selain itu, Grab akan menyediakan asuransi dan melindungi mata pencaharian masyarakat Vietnam.

Investasi itu juga akan dipakai untuk riset dan pengembangan (research and development/R&D) di Vietnam. Dalam hal ini, Grab fokus mencari solusi atas persoalan di perkotaan seperti kemacetan lalu lintas dan polusi.

(Baca: Gandeng VietJet, Kirim Barang Lewat Grab Hanya 5 Jam di Vietnam)

Saat ini, Grab hadir di 43 provinsi dan kota di Vietnam. Layanan yang disediakan mulai dari berbagi tumpangan (ride-hailing), pesan-antar makanan, dan pengiriman paket. Khusus untuk GrabFood, sudah tersedia di 15 kota di negara tersebut.

Sebelumnya, Presiden Grab Ming Maa mengatakan bahwa perusahaan ingin menggandakan pendapatan menjadi US$ 2 miliar tahun ini. Karena itu, perusahaan fokus mengembangkan pasar utama seperti Indonesia, Singapura, dan Vietnam.

Pada akhir Juli lalu, Grab mengumumkan perolehan investasi US$ 2 miliar atau sekitar Rp 28,4 triliun dari SoftBank. Dana segar itu diperoleh Grab, setelah CEO SoftBank Group Masayoshi Son bertemu Presiden Joko Widodo (Jokowi). Tambahan modal itu akan digunakan untuk membangun jaringan transportasi perkotaan dan transformasi layanan kesehatan di Indonesia. 

(Baca: Jalan Grab dan Gojek Setelah Masuk Istana)

Reporter: Michael Reily

Anda Belum Menyetujui Syarat & Ketentuan
Email sudah ada dalam sistem kami, silakan coba dengan email yang lainnya.
Alamat email Anda telah terdaftar
Terimakasih Anda Telah Subscribe Newsletter KATADATA
Maaf Telah terjadi kesalahan pada sistem kami. Silahkan coba beberapa saat lagi
Silahkan mengisi alamat email
Silahkan mengisi alamat email dengan benar
Masukkan kode pengaman dengan benar
Silahkan mengisi captcha

Video Pilihan