Rupiah Melemah Terseret Kecemasan Investor Tunggu Kebijakan Eropa

Penulis: Agatha Olivia Victoria

Editor: Agustiyanti

10/9/2019, 16.55 WIB

Nilai tukar rupiah melemah ke level Rp 14.052 per dolar AS seiring penguatan indeks dolar AS akibat pasar yang menunggu kebijakan Bank Sentral Eropa (ECB).

Rupiah
Arief Kamaludin|KATADATA
Ilustrasi rupiah. Pelemahan rupiah seiring penguatan indeks dolar AS akibat pasar yang menunggu kebijakan Bank Sentral Eropa (ECB).

Nilai tukar rupiah pada perdagangan sore ini, Senin (9/9) melemah 0,13%  ke posisi Rp 14.052 per dolar AS. Pelemahan rupiah seiring penguatan indeks dolar AS akibat pasar yang  menunggu kebijakan Bank Sentral Eropa (ECB).

Mengutip Bloomberg, indeks dolar 0,15% ke level 98,42. Sementara mata uang negara-negara Asia bergerak bervariasi terhadap dolar AS. Yuan China menguat 0,25%, ringgit Malaysia 0,16%, rupee India 0,03%, baht Thailand 0,07%, dan dolar Singapura 0,01%. Sementara peso Filipina melemah 0,4%, korea Won turun 0,04%, dolar Taiwan 0,01%, dan dolar Hong Kong 0,03%, dan yen Jepang 0,07%.

Analis PT Garuda Berjangka Ibrahim menjelaskan rupiah hari ini kembali melemah akibat indeks dolar yang mengalami penguatan. "Pasar masih ragu dan menunggu kepastian kebijakan moneter dari hasil pertemuan ECB yang akan dirilis pada Kamis (12/9),"ujarnya kepada Katadata.co.id, Selasa (9/9).

(Baca: Soal Konglomerasi Keuangan, Ini Bisnis Gemuk Bank-Bank Besar)

Ia melanjutkan, ECB diprediksi memangkas suku bunga deposito perbankan dan menggelontorkan stimulus, termasuk pembelian obligasi kembali. Hal ini dilakukan guna mendorong ekonomi negara di zona Euro yang tengah mengalami perlambatan. 

Sentimen lain, menurut Ibrahim, datang dari ekspektasi bahwa Bank Sentral AS The Federal Reserve (The Fed) akan memangkas tingkat suku bunga acuan dalam pertemuannya pekan depan. "Ekspektasi tersebut datang seiring dengan lemahnya pasar tenaga kerja AS," kata Ibrahim.

(Baca: Lima Catatan dalam Potret Ekonomi Indonesia 2014-2018)

Selain itu, sentimen juga datang dari Perdana Menteri Inggris Boris Johnson yang tengah kehilangan upaya lain untuk mengadakan pemilihan umum. Ini berarti pemilihan tidak akan diadakan setelah batas waktu Brexit 31 Oktober 2019.

Ia memperkirakan rupiah pada transaksi besok berpeluang  menguat walaupun tipis dalam rentang Rp 14.020 - Rp 14.090 per dolar AS.

Anda Belum Menyetujui Syarat & Ketentuan
Email sudah ada dalam sistem kami, silakan coba dengan email yang lainnya.
Alamat email Anda telah terdaftar
Terimakasih Anda Telah Subscribe Newsletter KATADATA
Maaf Telah terjadi kesalahan pada sistem kami. Silahkan coba beberapa saat lagi
Silahkan mengisi alamat email
Silahkan mengisi alamat email dengan benar
Masukkan kode pengaman dengan benar
Silahkan mengisi captcha

VIDEO PILIHAN