Rudiantara Anggap Wajar Bukalapak PHK Ratusan Karyawan

Penulis: Dimas Jarot Bayu

Editor: Ratna Iskana

11/9/2019, 16.27 WIB

Rudiantara menyebut PHK karyawan dilakukan sebagai bagian strategi bisnis. Sebab, Bukalapak tidak menunjukkan pelambatan pertumbuhan kinerja.

Rudiantara, Bukalapak
Arief Kamaludin|KATADATA
Menteri Komunikasi dan Informasi Rudiantara menyatakan wajar Bukalapak melakukan PHK ratusan karyawan.

Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) Rudiantara menilai wajar terjadi pemutusan hubungan kerja (PHK) yang dilakukan Bukalapak terhadap ratusan karyawan. Menurutnya, langkah tersebut merupakan bagian dari strategi bisnis. 

Tanpa adanya penyesuaian strategi bisnis, sulit bagi Bukalapak untuk bisa terus bertahan. "Ini istilahnya tidak sesuai dengan strategi ke depannya, itu yang sekarang keluar (PHK karyawan Bukalapak)," kata Rudiantara di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu (11/9).

Rudiantara pun membantah PHK karyawan di Bukalapak karena startup unicorn tersebut tengah mengalami perlambatan pertumbuhan. Justru laba kotor Bukalapak naik tiga kali lipat pada pertengahan tahun ini dibandingkan pertengahan 2018.

"Jadi logikanya kalau pertumbuhannya tiga kali lipat, pasti dia akan menambah jumlah pegawainya," kata Rudiantara.

Dia pun yakin Bukalapak akan membuka rekrutmen karyawan baru. Ini dilakukan untuk mencari orang yang keterampilannya sesuai dengan strategi bisnis Bukalapak.

"Pasti dia akan cari orang yang memang lebih cocok," ujarnya.

(Baca: PHK Karyawan, Bukalapak Ingin Jadi Unicorn Pertama yang Cetak Untung)

Rudiantara pun meminta ratusan karyawan Bukalapak yang kena PHK untuk membuat startup baru. Hal tersebut mengikuti pola yang dilakukan para karyawan di perusahaan ternama di Silicon Valley.

Menurutnya, para karyawan di perusahaan ternama di Silicon Valley yang keluar akan membuat startup baru. Startup tersebut dibuat sebagai bagian dari ekosistem Google.

Jika startup tersebut terus berkembang, maka Google akan mengakuisisinya. "Saya berharap di Indonesia juga begitu. Jadi karyawan-karyawan di unicorn dan decacorn juga berpikir bagaimana dia suatu saat keluar jadi startup dan jadi bagian dari ekosistem induknya, sehingga nanti diakuisisi," kata dia.

(Baca: Asuransikan Produk, Bukalapak Gandeng Startup Digital Asal Singapura)

Bukalapak membenarkan telah melakukan PHK terhadap para karyawannya. Hal tersebut dilakukan sebagai salah satu strategi perusahaan agar dapat menjaga keberlanjutan bisnis menjadi unicorn pertama yang mencetak keuntungan.

Chief of Strategy Officer of Bukalapak Teddy Oetomo menjelaskan, meski pertumbuhan Gross Merchandise Value (GMV) adalah indikator penting bagi e-commerce, pihaknya ingin membangun bisnis ke tahap lebih jauh. Perusahaan ingin menjadi sustainability e-commerce  atau e-commerce yang menghasilkan keuntungan.

Salah satu strategisnya dengan menyelaraskan internal perusahaan dengan langkan PHK karyawan. Penyelarasan dibutuhkan untuk menerapkan strategi bisnis jangka panjang, melakukan penataan yang diperlukan, serta menentukan arah selanjutnya.

"Kami ingin menjadi e-commerce unicorn pertama yang meraih keuntungan. Dengan pencapaian performa bisnis yang baik dan modal yang cukup, kami menargetkan untuk dapat mencapai breakeven bahkan keuntungan dalam waktu dekat," ujar Teddy dalam situs perusahaan, Selasa (10/9). 

(Baca: Infografik: Ekspansi Bisnis Startup Unicorn Indonesia)

Reporter: Dimas Jarot Bayu

Anda Belum Menyetujui Syarat & Ketentuan
Email sudah ada dalam sistem kami, silakan coba dengan email yang lainnya.
Alamat email Anda telah terdaftar
Terimakasih Anda Telah Subscribe Newsletter KATADATA
Maaf Telah terjadi kesalahan pada sistem kami. Silahkan coba beberapa saat lagi
Silahkan mengisi alamat email
Silahkan mengisi alamat email dengan benar
Masukkan kode pengaman dengan benar
Silahkan mengisi captcha

VIDEO PILIHAN