Jokowi: Selamat Jalan Mr. Crack

Penulis: Dimas Jarot Bayu

Editor: Ratna Iskana

12/9/2019, 15.29 WIB

“Dia adalah suri tauladan anak bangsa,” kata Jokowi dalam upacara pemakaman B.J.Habibie pada Kamis (12/9).

B.J.Habibie, Jokowi
ANTARA FOTO/Yudhi Mahatma
FOTO DOKUMENTASI. Presiden Joko Widodo (kanan) mendengarkan penjelasan dari Presiden ke-3 RI BJ Habibie (kedua kiri) mengenai industri penerbangan didampingi Menteri Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Menristekdikti) Mohamad Nasir (kedua kanan) saat mengunjungi stan pameran National Innovation Forum 2015 di Puspiptek, Serpong, Tangerang, Senin (13/4/2015). BJ Habibie meninggal pada Rabu (11/9/2018) dan dimakamkan pada hari ini di Taman Makam Pahlaman, Jakarta. Presiden Jokowi memberikan penghormatan ter

Presiden ketiga RI Bacharudin Jusuf Habibie telah dimakamkan di Taman Makam Pahlawan, Kamis (12/9). Presiden Joko Widodo (Jokowi) beserta ribuan pelayat yang hadir memberikan penghormatan terakhir saat sang teknokrat memasuki pusara.

Menurut Jokowi, seluruh rakyat Indonesia berkabung atas wafatnya Habibie. Sebab, Indonesia kehilangan salah satu putra terbaiknya.

“Selamat jalan, Mr. Crack. Selamat jalan sang pionir,” kata Jokowi.

Jokowi mengatakan Habibie merupakan negarawan sejati. Habibie juga seorang inspirator dan ilmuwan yang meyakini kecerdasan tanpa cinta itu berbahaya.

Selain itu, sosok Habibie pula lah yang mengingatkan bahwa ilmu, iman, dan taqwa harus bersatu. “Dia adalah suri tauladan anak bangsa,” kata Jokowi.

(Baca: Ini Pesawat Karya BJ Habibie, Mr. Crack Dunia Penerbangan )

Habibie juga dinilai sebagai sosok visioner sejak muda. Sebab, pria kelahiran Pare-pare, Sulawesi Selatan, pada 25 juni 1936 itu tak hanya berpikir mengenai dirinya sendiri, namun juga bangsa Indonesia.

Habibie tak pernah berpikir tentang apa yang terjadi saat ini di Indonesia. “Tapi sudah berpikir dan bekerja membangun Indonesia untuk 50-100 tahun ke depan, untuk Indonesia bisa lepas landas,” ujar Jokowi.

Lebih lanjut, Jokowi menilai banyak industri strategis lahir dari visi Habibie. Habibie juga lah yang merancang pesawat Gatotkaca N250, pesawat yang berhasil mengudara saat 50 tahun kemerdekaan Indonesia.

Menurutnya, kehadiran pesawat tersebut merupakan sejarah yang menginspirasi Indonesia untuk selalu percaya diri. “Untuk menjadikan Indonesia berdiri sejajar dengan negara besar di dunia,” kata Jokowi.

(Baca: Jokowi Ajak Masyarakat Doakan Mendiang BJ Habibie)

Jokowi pun tak akan melupakan jasa Habibie sebagai Presiden RI. Sebab, Habibie merupakan sosok yang telah meletakkan fondasi demokrasi Indonesia.

Dia juga tanpa kenal lelah terus mengingatkan agar menjadi manusia-manusia terbaik yang selalu berhati Indonesia. Karenanya, Jokowi mengajak seluruh rakyat Indonesia ikut memberi penghormatan setinggi-tingginya kepada mendiang Habibie.

Eks Gubernur DKI Jakarta itu juga mengajak masyarakat mendoakan mendiang agar diberikan tempat terbaik di sisi Tuhan. Jokowi juga berdoa agar keluarga yang ditinggalkan diberi ketabahan dan ikhlas menerima kepergian Habibie.

“Kami akan selalu ingat pesanmu: jangan terlalu banyak diskusi, jangan cengeng, tapi terjunkan ke proses nilai tambah secara konsisten, pasti Indonesia akan terkemuka di Asia Tenggara dan dunia,” ucap Jokowi.

(Baca: Kenang Habibie, SBY: Kita Kehilangan Bapak Reformasi dan Demokrasi)

Adapun, proses pemakaman Habibie dilakukan secara militer. Habibie dimakamkan di liang lahat berukuran 200x700 cm di kavling M120. Pusara Habibie berada di sebelah kiri makam istrinya, Hasri Ainun Besari, tepatnya kavling M121.

Selain Jokowi, prosesi pemakaman Habibie diikuti oleh Presiden kelima Megawati Soekarnoputri, Presiden keenam Susilo Bambang Yudhoyono (SBY). Hadir pula istri Presiden ketiga Abdurrahman Wahid alias Gus Dur, Sinta Nuriyah Wahid.

Lebih lanjut, tampak pula Wakil Presiden Jusuf Kalla, mantan Wakil Presiden Try Sutrisno dan Boediono. Ada juga para menteri Kabinet Kerja yang mengikuti prosesi pemakaman Habibie. 

Untuk diketahui, Habibie tutup usia dalam usia 83 tahun pada Rabu (11/9) petang, setelah sempat dirawat selama sepekan di RSPAD Gatot Soebroto, Jakarta Pusat. Ia mengalami gagal jantung dan fungsi organ tubuh yang melemah karena usia.

(Baca: Sri Mulyani: Pak Habibie, Selamat Kumpul Lagi Dengan Ibu Ainun)

Reporter: Dimas Jarot Bayu

Anda Belum Menyetujui Syarat & Ketentuan
Email sudah ada dalam sistem kami, silakan coba dengan email yang lainnya.
Alamat email Anda telah terdaftar
Terimakasih Anda Telah Subscribe Newsletter KATADATA
Maaf Telah terjadi kesalahan pada sistem kami. Silahkan coba beberapa saat lagi
Silahkan mengisi alamat email
Silahkan mengisi alamat email dengan benar
Masukkan kode pengaman dengan benar
Silahkan mengisi captcha

VIDEO PILIHAN