Kenang Habibie, SBY: Kita Kehilangan Bapak Reformasi dan Demokrasi

Penulis: Dimas Jarot Bayu

Editor: Ekarina

12/9/2019, 10.51 WIB

SBY mengaku memiliki kedekatan secara personal dengan BJ Habibie, baik setelah dia menjadi Presiden, maupun sebelumnya.

Presiden keenam RI Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) menyatakan duka mendalam atas meninggalnya Presiden ketiga RI Bacharudin Jusuf Habibie. Menurut SBY, Indonesia telah kehilangan salah satu putra terbaik bangsa Indonesia.

SBY menilai, sosok Habibie tak hanya sebagai Bapak Reformasi. “Tapi (juga kehilangan) Bapak Demokrasi dan Bapak Ekonomi,” katanya ketika melayat di rumah duka, Jalan Patra Kuningan, Jakarta, Kamis (12/9).

Dia mengaku memiliki kedekatan secara personal dengan BJ Habibie, baik setelah dia menjadi Presiden, maupun sebelumnya.

(Baca: SBY Jenguk Habibie, Ibas Sebut Kondisi Kritis)

SBY mengaku hubungan keluarganya dengan Habibie semakin dekat, terlebih ketika ia kehilangan istrinya Ani Yudhoyono. Karena itu, ia merasa memiliki perasaan yang sama dengan Habibie ketika kehilangan istri tercintanya, Hasri Ainun Besari. “Secara pribadi saya sungguh kehilangan,” kata SBY.

Meski demikian, SBY menilai Tuhan pasti sudah memiliki keputusan yang tepat saat  memanggil Habibie. Dia pun mendoakan agar Habibie dapat tenang di sisi Tuhan.

Doa serupa sebelumnya juga dilontarkan Presiden Joko Widodo. Ia mengajak seluruh masyarakat Indonesia untuk mendoakan mendiang Habibie. “Agar beliau diterima di sisi Allah di tempat terbaik di sisi-Nya,” kata Jokowi.

Almarhum BJ Habibie rencananya dimakamkan di Taman Makam Pahlawan (TMP) Kalibata, Jakarta siang ini sekitar pukul 13.30 WIB. Almarhum akan dimakamkan di dekat pusara almarhumah istrinya, Hasri Ainun Besari.

(Baca: Habibie Meninggal, Bendera Setengah Tiang Dikibarkan Selama Tiga Hari)

Jokowi memimpin upacara pemakaman jenazah Habibie di Kalibata. Untuk mengenang jasa BJ Habibie dan sebagai bentuk penghormatan, pemerintah menetapkan hari berkabung nasional selama tiga hari dan mengimbau masyarakat mengibarkan bendera setengah tiang.

BJ Habibie meninggal dunia dalam usia 83 tahun, setelah sempat dirawat selama sepekan di RSPAD Gatot Soebroto, Jakarta Pusat, Rabu petang. Ia mengalami gagal jantung dan fungsi organ tubuh yang melemah karena usia.

Reporter: Dimas Jarot Bayu

Anda Belum Menyetujui Syarat & Ketentuan
Email sudah ada dalam sistem kami, silakan coba dengan email yang lainnya.
Alamat email Anda telah terdaftar
Terimakasih Anda Telah Subscribe Newsletter KATADATA
Maaf Telah terjadi kesalahan pada sistem kami. Silahkan coba beberapa saat lagi
Silahkan mengisi alamat email
Silahkan mengisi alamat email dengan benar
Masukkan kode pengaman dengan benar
Silahkan mengisi captcha

Video Pilihan